Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Sebanyak 1.457 calon mahasiswa baru Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen mengikuti ujian seleksi masuk berbasis Computer Assisted Test (CAT) gelombang pertama untuk Tahun Akademik 2026/2027. Ujian tersebut berlangsung selama dua hari, mulai 2 hingga 3 Juni 2026, sebagai salah satu tahapan penting dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNIKI Bireuen, Dr. Drs. Taufiq, M.Pd., mengatakan pelaksanaan ujian dibagi dalam lima sesi setiap hari guna memastikan proses seleksi berjalan tertib dan lancar.
“Ujian dimulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Setiap sesi diikuti oleh 82 peserta,” ujar Taufiq kepada Bedahnews.com, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan CAT tahun ini dipusatkan di dua lokasi, yakni Kampus Induk UNIKI di Blang Bladeh, Kabupaten Bireuen, dan Kampus II UNIKI di Alue Awe, Kota Lhokseumawe. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian berbasis komputer, panitia menyiapkan enam laboratorium komputer.
“Empat laboratorium digunakan di Kampus Induk UNIKI, sementara dua laboratorium lainnya berada di Kampus II Lhokseumawe,” jelasnya.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, UNIKI menetapkan daya tampung sebanyak 1.200 mahasiswa baru yang akan tersebar di berbagai program studi. Khusus bagi calon mahasiswa yang memilih program studi di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), panitia menerapkan tahapan seleksi tambahan berupa tes wawancara dan tes fisik setelah peserta menyelesaikan ujian CAT.
“Tes tambahan ini bertujuan untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki kompetensi dan kesiapan menjadi tenaga pendidik di masa depan,” kata Taufiq.
Selain itu, panitia juga memberikan kemudahan bagi peserta yang berdomisili jauh dari lokasi ujian. Calon mahasiswa yang berasal dari daerah seperti Aceh Timur, Sumatera Utara, hingga Provinsi Riau diberikan kesempatan mengikuti ujian secara daring.
“Peserta yang berdomisili jauh tetap dapat mengikuti seleksi melalui sistem online sehingga tidak terkendala jarak dan biaya perjalanan,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UNIKI Bireuen, Dr. Zainuddin Iba, S.E., M.Si., yang turut meninjau pelaksanaan ujian bersama Wakil Rektor I Dr. Mei Simahate, S.E., M.Si., dan Wakil Rektor II Chairul Bariah, S.E., M.M., menegaskan bahwa ujian CAT tidak hanya berfungsi sebagai instrumen seleksi, tetapi juga sebagai sarana pemetaan kemampuan akademik calon mahasiswa.
Menurutnya, hasil ujian akan menjadi dasar bagi kampus dalam menyusun strategi pembinaan dan pengembangan potensi mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Seleksi ini dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan sekaligus kelemahan yang dimiliki calon mahasiswa baru. Dengan demikian, kampus dapat melakukan pembinaan yang tepat agar mereka berkembang sesuai minat, bakat, dan bidang keahliannya,” ujar Zainuddin.
Ia berharap proses pemetaan kemampuan sejak awal dapat membantu UNIKI mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa ketika lulus nanti, mahasiswa UNIKI memiliki kompetensi unggul dan keahlian yang sesuai dengan cita-cita serta kebutuhan dunia kerja,” pungkasnya.








