Dua Rumah Permanen di Pulokiton Bireuen Hangus Terbakar, Belasan Jiwa Terdampak

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Musibah kebakaran kembali melanda Kabupaten Bireuen. Dua unit rumah permanen di Dusun Damai, Gampong Pulokiton, Kecamatan Kota Juang, ludes dilalap si jago merah, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp250 juta.

Muat Lebih

Peristiwa ini terjadi kurang dari 24 jam setelah insiden kebakaran serupa menghanguskan dua rumah di Gampong Juli, Kecamatan Juli. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah di Pulokiton tersebut, meski belasan jiwa harus terdampak akibat rumah mereka terbakar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen mengerahkan enam unit armada pemadam kebakaran untuk menjinakkan kobaran api yang dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Ir Marwan ST MT, menjelaskan dua rumah yang terbakar masing-masing milik Darwis Usman (69) dan rumah peninggalan almarhum Harson (72).

Rumah Darwis selama ini ditempati bersama istrinya, Ratna Juwita (65), serta lima cucunya, yakni Namirra Putri Jasmin (11), Adefa Zakia (8), Azztakkiya (5), Ziad (5), dan Zaran (3).

Sementara rumah peninggalan almarhum Harson dihuni istrinya, Riati (54). Di rumah tersebut juga tinggal dua KK gantung, yaitu Risnawati (35) bersama dua anaknya, Muhammad Ghufran (13) dan Muhammad Syahrul (10), serta Prayoga Pangestu (35) bersama istrinya Ernita (30) dan tiga anak mereka, Aira Putri Pangestu (8), Ahmad Dika Pangestu (5), dan Ahmad Dicky Pangestu (5).

“Berdasarkan keterangan pemilik rumah, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian dapur rumah Darwis Usman,” ujar Marwan kepada BEDAHNEWS.com.

Ia menjelaskan, kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke rumah almarhum Harson yang berada tepat di belakang rumah Darwis.

Untuk memadamkan api, BPBD Bireuen mengerahkan empat unit armada dari Pos Induk Kota Bireuen, dibantu masing-masing satu unit dari Pos Pembantu Kecamatan Kutablang dan Kecamatan Juli, serta personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD.

Keuchik Gampong Pulokiton, M Dahlan AF (58), mengatakan warga sempat berupaya memadamkan api secara manual sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Begitu melihat api membesar, warga langsung bergotong royong membantu memadamkan api dengan alat seadanya sambil menunggu armada damkar tiba,” ungkapnya.

Pemerintah gampong, lanjut M Dahlan, saat ini juga sedang menyiapkan bantuan masa panik untuk membantu meringankan beban para korban.

Sementara itu, Darwis Usman yang sehari-hari berjualan pakan ayam dan unggas di kawasan Jalan Jati, Pasar Lama Kota Bireuen, mengaku sangat terpukul atas musibah tersebut.

Ia menuturkan, sesaat sebelum kebakaran terjadi dirinya sempat pulang ke rumah untuk menunaikan shalat Ashar dan tidak melihat tanda-tanda mencurigakan.

“Saya baru kembali ke toko, lalu anak saya, Sinta, menelpon memberi tahu rumah terbakar. Saat saya tiba, api sudah besar dari arah dapur. Kemungkinan memang karena korsleting listrik,” tutur Darwis dengan nada lemas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *