Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Musibah kebakaran hebat melanda permukiman warga di Dusun Meunasah Kuthang, Gampong Juli Pase, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Senin malam, 18 Mei 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.40 WIB itu menghanguskan satu unit rumah toko (ruko) usaha pulsa dan kelontong serta satu unit rumah permanen milik warga.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun tiga kepala keluarga (KK) terdampak dan kehilangan tempat tinggal maupun sumber mata pencaharian. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bangunan yang berada di pinggir jalan utama desa. Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen mengerahkan lima unit armada pemadam kebakaran, terdiri dari empat unit dari pos induk Kota Bireuen dan satu unit dari pos pembantu Kecamatan Juli.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga berjibaku memadamkan api dari dua sisi untuk mencegah kobaran merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya beserta sisa bara pada Selasa dini hari, 19 Mei 2026, sekitar pukul 00.15 WIB.
Keuchik Gampong Juli Pase, Helmi Nanda (37), mengatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari dalam ruko.
“Dugaan sementara akibat hubungan arus pendek listrik dari dalam ruko yang saat itu sudah tutup. Api kemudian membesar dan menyambar rumah permanen di sebelah timurnya,” ujar Helmi di lokasi kejadian.
Adapun korban terdampak dalam peristiwa tersebut yakni Nazaruddin Abdullah (57) selaku pemilik ruko, Mulyadi Ibrahim (43) sebagai penyewa ruko yang menjalankan usaha pulsa dan kelontong, serta Zainal Abidin Aji (49) pemilik rumah permanen yang turut hangus terbakar beserta seluruh isinya.
Saat kejadian, Mulyadi Ibrahim diketahui sedang berada di Kota Bireuen bersama istri dan anaknya sehingga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga miliknya.
“Saya sedang di Kota Bireuen bersama istri dan anak. Tiba-tiba mendapat kabar ruko terbakar. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan, semuanya habis terbakar,” tutur Mulyadi dengan nada sedih.
Hingga berita ini diturunkan, para korban dilaporkan masih mengungsi di rumah kerabat terdekat. Sementara itu, pihak desa bersama BPBD Kabupaten Bireuen masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan total kerugian yang dialami korban akibat musibah tersebut.








