Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Bireuen resmi mengoperasikan Puskesmas Pembantu (Pustu) baru di Gampong Cot Panjoe, Kecamatan Peusangan, Selasa, 19 Mei 2026. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, baik dalam upaya pengobatan maupun pencegahan penyakit.
Gedung Pustu yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen itu diresmikan langsung oleh Camat Peusangan, Alfian, didampingi Kepala Puskesmas Peusangan, Ns M Nazar, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Kepala Puskesmas Peusangan, M Nazar, mengatakan operasional Pustu Cot Panjoe akan dipimpin oleh bidan desa setempat, Rosna, yang nantinya dibantu dua tenaga medis serta dua kader gampong.
“Pustu yang diresmikan hari ini merupakan Pustu ke-18 dari total 38 gampong dalam wilayah kerja Puskesmas Peusangan,” ujar Nazar kepada BEDAHNEWS.com usai peresmian.
Ia menjelaskan, gedung Pustu tersebut berdiri di atas lahan seluas 11 meter x 33 meter yang merupakan tanah gampong hasil swadaya masyarakat setempat.
“Tanah ini disumbangkan oleh warga secara sukarela untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan partisipasi warga Cot Panjoe,” kata Nazar didampingi Keuchik Cot Panjoe, Ilyas (54).
Menurut Nazar, keberadaan gedung baru tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan yang bertugas agar memberikan pelayanan maksimal dan humanis kepada warga.
Ia juga menegaskan bahwa fungsi Pustu tidak hanya sebatas tempat berobat, tetapi harus aktif melakukan edukasi dan promosi kesehatan sebagai langkah preventif di tengah masyarakat.
“Promosi kesehatan sangat penting untuk mencegah munculnya penyakit. Jadi masyarakat jangan hanya datang ketika sakit, tetapi juga untuk konsultasi dan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Peusangan, Alfian, mengimbau pemerintah gampong bersama masyarakat agar menjaga dan merawat fasilitas kesehatan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Pustu ini harus difungsikan secara optimal. Warga tidak perlu menunggu sakit baru datang. Bisa juga untuk cek kesehatan berkala, pemeriksaan darah, maupun mengikuti penyuluhan kesehatan sebagai langkah pencegahan,” ujar Alfian.
Ia berharap kehadiran Pustu Cot Panjoe dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah pedesaan, sekaligus mendekatkan akses layanan medis kepada warga.








