Dua Siswa SMKN 1 Gandapura Bireuen Lolos Kemah Sekolah Sehat Nasional 2026

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Kabupaten Bireuen di tingkat nasional. Dua siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Gandapura berhasil lolos sebagai peserta Program Kemah Sekolah Sehat untuk Anak Indonesia Hebat 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Direktorat SMK.

Muat Lebih

Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan, S.Si., M.Pd., kepada BEDAHNEWS.com, Senin (18/5/2026), membenarkan kabar tersebut. Ia menyebutkan, dua siswa yang berhasil melewati seleksi nasional itu adalah Al-Hafizh dan Nabilatul Ulfa.

“Alhamdulillah, dua siswa kami atas nama Al-Hafizh dan Nabilatul Ulfa dinyatakan lulus dalam program nasional ini. Program tersebut dirancang untuk membina pelajar yang aktif dalam kegiatan kesehatan sekolah, khususnya anggota Palang Merah Remaja (PMR),” ujar Feri Irawan.

Menurutnya, kedua siswa tersebut selama ini dikenal aktif dalam kegiatan PMR di lingkungan sekolah. Selain memiliki semangat organisasi yang tinggi, keduanya juga dinilai mempunyai kesiapan fisik dan mental yang baik untuk mengikuti seluruh rangkaian program nasional tersebut.

Feri menjelaskan, Program Kemah Sekolah Sehat 2026 bukan sekadar kegiatan perkemahan biasa, melainkan wadah pembinaan karakter, kesehatan, dan kepemimpinan bagi pelajar dari seluruh Indonesia.

“Peserta akan mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari edukasi pola hidup bersih dan sehat, literasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, kesehatan mental, hingga pemahaman dasar tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antarpelajar dari berbagai daerah untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas wawasan kebangsaan.

Menariknya, seluruh rangkaian program diikuti secara gratis. Sebanyak 241 peserta terpilih dari seluruh Indonesia akan mendapatkan fasilitas penuh yang ditanggung pemerintah, mulai dari biaya transportasi, akomodasi, hingga konsumsi selama kegiatan berlangsung.

Pelaksanaan program dibagi dalam dua tahap utama. Tahap pertama dilaksanakan secara daring pada 18–19 Mei 2026 dengan materi personal branding, literasi digital, dan public speaking. Sementara tahap kedua berupa kegiatan kemah luring yang dijadwalkan berlangsung antara Agustus hingga November 2026.

Pada tahap luring, peserta akan mengikuti praktik lapangan, kunjungan industri, serta berbagai aktivitas penguatan karakter dan keterampilan. Namun, lokasi pelaksanaan kemah hingga kini masih menunggu pengumuman resmi dari pihak kementerian.

Untuk dapat lolos ke tingkat nasional, Al-Hafizh dan Nabilatul Ulfa harus melewati proses seleksi yang cukup ketat. Mereka diwajibkan membuat esai motivasi serta video kampanye kesehatan berdurasi maksimal tiga menit yang diunggah ke Instagram menggunakan tagar resmi panitia sebelum batas waktu 12 April 2026.

“Setelah melalui tahapan pengisian formulir daring, pengunggahan dokumen persyaratan, hingga seleksi administrasi, alhamdulillah keduanya berhasil lolos dan berhak mengikuti pelatihan bersama 241 peserta se-Indonesia,” tambah Feri.

Selama mengikuti program, kedua siswa tersebut juga akan menyelesaikan sejumlah tugas individu, menyusun program kesehatan di sekolah, hingga melaksanakan proyek aksi nyata sebagai bentuk implementasi pembelajaran. Mereka nantinya juga akan mengikuti proses sertifikasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai bagian dari penguatan kompetensi.

Feri Irawan berharap kesempatan berharga tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh kedua siswanya untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja di masa mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *