Mahasiswa Pertanian UNIKI Bireuen Studi Lapangan ke Sabang, Perdalam Budidaya Salak dan Jajaki Kerja Sama

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Sejumlah mahasiswa Program Studi Pertanian, Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (Faperta) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen melaksanakan kunjungan edukatif ke Kota Sabang, Senin (11/5/2026), dalam rangka memperdalam pengetahuan tentang budidaya tanaman salak sebagai salah satu komoditas unggulan daerah tersebut.

Muat Lebih

Kegiatan studi lapangan ini difokuskan pada kelompok tani perkebunan salak di Sabang, yang dikenal memiliki varietas khas dengan potensi ekonomi tinggi. Para mahasiswa mendapat kesempatan untuk mempelajari secara langsung seluruh tahapan budidaya, mulai dari teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga pengelolaan pascapanen.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mizan Maulana, SP., M.Si, melalui Humas UNIKI, Taufik Harahap, SH., M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari implementasi kurikulum berbasis praktik guna meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang pertanian.

“Pengalaman lapangan seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan dan keterampilan mahasiswa. Mereka dapat melihat langsung bagaimana proses budidaya hingga pengembangan tanaman dilakukan oleh petani yang telah berpengalaman,” ujar Mizan.

Menurutnya, Sabang memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman salak, sehingga mahasiswa perlu memahami tidak hanya aspek teknis budidaya, tetapi juga strategi bisnis dan pengelolaan usaha tani yang diterapkan oleh kelompok tani setempat.

Rombongan mahasiswa UNIKI disambut hangat oleh pengelola kebun salak. Dalam sesi diskusi dan praktik lapangan, para petani berbagi pengetahuan mengenai penerapan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari pemilihan bibit unggul, pola tanam yang efektif, hingga teknik perawatan tanaman secara berkelanjutan.

Salah seorang mahasiswa peserta mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran langsung di lapangan memberikan perspektif yang lebih luas dibandingkan teori yang dipelajari di ruang kelas.

“Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk diterapkan dalam pengembangan berbagai jenis tanaman pertanian di masa mendatang,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, Faperta UNIKI juga berencana menjalin kerja sama formal dengan pengelola kebun salak melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA).

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para praktisi pertanian.

Mizan Maulana, yang saat ini tengah menyelesaikan studi doktoralnya, berharap kolaborasi tersebut mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian serta berkontribusi pada kemajuan pertanian berkelanjutan di Provinsi Aceh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *