Hindari Tabrakan dengan Truk, Bus Putra Pelangi Terjun ke Sawah di Bireuen

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Sebuah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Putra Pelangi dengan nomor polisi BL 7547 AA mengalami kecelakaan tunggal di jalan nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di Gampong Meunasah Alue, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Selasa dini hari (12/5/2026).

Muat Lebih

Bus bermesin Scania K410iB tersebut terjun ke area persawahan dan menghantam fondasi sebuah warung warga setelah sopir berupaya menghindari tabrakan dengan truk dari arah berlawanan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena bus dalam kondisi tanpa penumpang. Saat kejadian, kendaraan hanya diawaki sopir utama Nasrizal (36), sopir cadangan Kadafi (36), dan seorang kernet bernama Ayi (30).

Sopir bus, Nasrizal, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika dirinya melaju dari arah Lhokseumawe menuju Sigli. Sesampainya di lokasi kejadian, ia melihat sebuah truk terparkir di sisi kiri jalan.

Saat mencoba mendahului kendaraan yang parkir tersebut, tiba-tiba muncul truk lain dari arah berlawanan, yakni dari Banda Aceh menuju Medan.

“Untuk menghindari tabrakan fatal atau laga kambing, saya langsung membanting setir ke kanan hingga bus masuk ke sawah,” ujar Nasrizal saat ditemui di lokasi kejadian.

Bus berbasis triple axle itu akhirnya berhenti setelah bagian depannya menghantam fondasi warung milik warga setempat.

Sebelum mengalami kecelakaan, awak bus diketahui baru saja memperbaiki kerusakan pipa air kendaraan di Kota Lhokseumawe. Mereka juga sempat tertahan antrean panjang saat melintasi Jembatan Bailey di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, melalui Kasat Lantas, AKP Irwansyah Nasution, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kecelakaan dipicu kondisi badan jalan yang menyempit akibat adanya kendaraan parkir di bahu jalan.

“Bus menghindari tabrakan dengan truk dari arah depan. Saat ini petugas bersama awak bus masih melakukan upaya evakuasi kendaraan dari lokasi kejadian,” kata Irwansyah kepada BEDAHNEWS.com.

Pihak kepolisian juga mengimbau para pengemudi, khususnya sopir angkutan berat dan bus lintas provinsi, agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur nasional tersebut.

Menurut Irwansyah, kondisi jalan yang lurus sering membuat pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi sehingga rawan terjadi kecelakaan.

“Kami mengimbau pengemudi agar selalu waspada. Jika berhenti, pastikan kendaraan benar-benar berada di tepi jalan dan tidak memakan badan jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *