Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Penantian panjang masyarakat Desa Lhok Seumira dan Desa Lueng Keubeu, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, untuk memiliki akses penyeberangan yang layak akhirnya mulai terwujud.
Pembangunan jembatan gantung sepanjang lebih kurang 100 meter yang menghubungkan kedua desa tersebut resmi dimulai, ditandai dengan prosesi adat peusijuek dan peletakan batu pertama, Kamis (16/4/2026).
Jembatan ini diproyeksikan menjadi urat nadi transportasi utama bagi warga yang selama puluhan tahun harus menghadapi keterbatasan akses, terutama saat melintasi aliran sungai di wilayah tersebut.
Komandan Kodim (Dandim) 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, melalui Mayor Arh Ronald Samosir, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program percepatan infrastruktur di Kabupaten Bireuen.
“Hari ini kita melaksanakan briefing terkait pembangunan jembatan perintis di Desa Lhok Seumira. Selain di Samalanga, program serupa juga akan dilaksanakan di Kecamatan Peudada dan Gandapura dalam beberapa hari ke depan,” ujar Mayor Ronald.
Ia menambahkan, sebelumnya TNI telah menyelesaikan pembangunan di tiga titik jembatan Aramco. Saat ini, fokus diarahkan pada pembangunan jembatan perintis guna meningkatkan konektivitas antarwilayah pedesaan.
Dari sisi teknis, Mayor Ronald optimistis proyek tersebut dapat rampung dalam waktu singkat. Material pembangunan telah dipesan dan pengerjaan fisik dijadwalkan mulai digenjot.
“Paling lambat satu bulan selesai. Setelah pengecoran, akan menunggu masa pengeringan sebelum jembatan bisa dilintasi secara penuh. Anggaran pembangunan ini bersumber dari pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, Keuchik Desa Lhok Seumira, Mawardi, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Menurutnya, usulan pembangunan jembatan tersebut telah berulang kali diajukan ke pemerintah daerah selama puluhan tahun, namun baru kali ini dapat direalisasikan berkat dukungan Pemerintah Pusat dan TNI.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI, Pemerintah Pusat, serta jajaran TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0111/Bireuen. Jembatan ini adalah impian masyarakat kami sejak lama,” ungkap Mawardi.
Ia berharap, kehadiran jembatan tersebut nantinya mampu meningkatkan akses ekonomi, mobilitas warga, serta mempercepat pertumbuhan wilayah Desa Lhok Seumira dan Lueng Keubeu.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi awal sejarah baru bagi kami. Sesuai arahan, dalam waktu maksimal satu bulan ke depan jembatan ini sudah bisa digunakan,” tutupnya.
Pantauan di lokasi, kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Kodim 0111/Bireuen, Koramil, Kapolsek Samalanga, para keuchik, serta tokoh masyarakat setempat.








