Anak-Anak Rangka Sastra Meriahkan Pagelaran Pasar Seni

  • Whatsapp

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Anak-anak Rangkang Sastra, mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas memeriahkan pembukaan pagelaran pasar seni di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen pada Rabu (11/12/2024).

Pembukaan pagelaran pasar seni diawali tarian ranup lampuan dari Sekolah MPN 2 Bireuen. Selain tarian ranup lampuan, pembukaan pasar seni juga disungguhi tari kreasi Krueng Daroy dari TK Nurul Ikhlas Juli dan berbagai jenis tarian lainnya dari sejumlah SD, SMP dan SMA.

Muat Lebih

Pagelaran pasar seni menghadirkan sejumlah stand baik dari UMKM, para guru maupun dari Disdikbud Bireuen.

Stand diisi berbagai usaha kerajinan mulai dari gerabah tanah, tikar, berbagai jenis kue, pakaian dan lainnya yang sebagian besar produk masyarakat, pelaku UMKM dan para guru.

Ketua panitia pelaksana, Muhammad Tasrief, S.E., MM selaku Kabid Kebudayaan mengatakan, stand pagelaran seni diisi mulai dari para seniman dan komunitas kesenian di Bireuen.

“Lalui diisi UMKM Bidang Kuliner dan kerajinan tradisional, para pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum,” tambah Muhammad Tasrief.

Muhammad Tasrief menambahkan, pasar seni yang digelar selama dua hari sebagai upaya menciptakan ruang kolaboratif antara pelaku seni, UMKM, institusi pendidikan dan masyarakat dalam menghidupkan budaya lokal.

“Kegiatan ini juga untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis kebudayaan,” tambah Muhammad Tasrief.

Selain dihadiri para pejabat, juga hadir Wakil Bupati Bireuen terpilih, Ir. H Razuardi, M.T, sehingga menambah semaraknya ajang tersebut.

Usai pembukaan, Ir H Razuardi juga menuangkan kanvas atau melukis di arena tersebut, begitu juga beberapa pejabat lainnya, termasuk Pj Ketua Dekranasda Bireuen, Vizalti SE MM.

Para pejabat melihat secara dekat berbagai produk yang dipasarkan di pameran tersebut.

Pj Ketua Dekranasda Bireuen, Vizalti saat membuka pasar seni mengatakan, pagelaran pasar seni diharapkan bukan hanya kegiatan seremonial saja.

“Kegiatan ini menjadi sebuah gerakan bersama, gerakan untuk merawat akar budaya, merajut kembali harmoni yang menjadi bagian kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia juga berharap, kegiatan itu dapat menyongsong masa depan dengan kekayaan tradisi yang terus hidup di hati masyarakat Bireuen.

“Bireuen bukan hanya tentang sejarah, tetapi tentang cerita yang terus berlanjut,” katanya.

Menurut dia, cerita yang dituturkan melalui seni musik, seni tari, kerajinan karya budaya, dan cita rasa kuliner khas yang diwariskan oleh para endatu.

Melalui pagelaran pasar seni ini, bukan hanya menghidupkan kembali cerita tersebut, tetapi juga memberi ruang bagi generasi muda untuk mendengarnya, memahaminya, dan melanjutkannya dengan kebanggaan.

“Pagelaran ini diselenggarakan untuk para seniman agar dapat mencurahkan jiwa mereka dalam karya, sehingga dalam masyarakat tetap dapat menjaga tradisi,” tambanya.

Di samping itu, generasi muda lebih mengetahui akar budaya, serta setia menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan endatu.

“Mari kita jadikan kegiatan pagelaran ini sebagai ruang untuk bersilaturahmi, belajar, dan merayakan kekayaan budaya kita serta menjadi langkah awal menuju Kabupaten Bireuen yang semakin kreatif,” harapnya.

Laporan : Zubir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *