Kasus Covid-19 Meningkat, Pemerintah Aceh Perketat Perbatasan

  • Whatsapp
banner 468x60

Wartawan: Hairul

ACEH TAMIANG, BEDAHNEWS.com – Kasus Positif Covid-19 di Aceh dalam sepekan terakhir kian meningkat. Forkopimda Aceh akhirnya kembali menjaga  ketat perbatasan-perbatasan Aceh dengan provinsi tetangga disejumlah kabupaten.

Muat Lebih

banner 300x250

Dalam rangka percepatan penanganan tersebut, Forkopimda Aceh membahas permasalahan ini melalui Video Conference bersama 4 Forkopimda kabupaten/kota yang berada diperbatasan Aceh-Sumut yaitu Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Singkil dan Kota Subussalam, Sabtu (27/06/20).

Rapat secara virtual melalui aplikasi Zoom, Kabupaten Aceh Tamiang dihadiri oleh Wakil Bupati H. T. Insyafuddin, ST bersama seluruh Forkopimda kabupaten yang berlangsung di Aula Setdakab Aceh Tamiang sekira pukul 10.00 wib.

Dalam forum tersebut, Plt. Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT mengatakan, perkembangan kenaikan kasus positif Covid-19 akhir- akhir ini, menjadi perhatian serius, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis dalam penanganannya di Aceh, antara lain melalui pengaturan pergerakan orang pada perbatasan Aceh dalam masa adaptasi menuju tatanan normal baru (New Normal).

“Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa di wilayah Aceh terdapat 4 (empat) posko perbatasan darat antara Aceh dan Sumatera Utara. Adapun keempat posko tersebut yaitu Posko Aceh Tamiang yang berada di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Seumadam sebagai jalur masuk, dan Terminal Tipe B Kuala Simpang untuk jalur keluar. Selanjutnya, Posko Aceh Tenggara yang berada di Dayah Perbatasan Darul Amin, Posko Subulussalam yang berada di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Jontor dan Posko Aceh Singkil berada di Desa Lae Balno Kecamatan Danau Paris,” terang Nova.

Nova menyebutkan, perlu menyusun pedoman pergerakan orang pada perbatasan Aceh dalam masa adaptasi menuju tatanan normal baru (New Normal) masyarakat produktif dan aman Covid-19, terutama berkaitan dengan tata laksana, tugas, wewenang dan tanggungjawab Gugus Tugas Aceh dan kabupaten/kota.

Gubernur juga katakan, pertemuan secara virtual yang dilaksanakan, agar ada kesamaan persepsi dan solusi terkait penanganan Covid-19 di perbatasan Aceh. Dengan begitu diharapkan mampu menekan kenaikan kasus positif Covid-19 di Aceh sekaligus pengendaliannya dapat dilakukan secara terpadu, terarah dan sistematis.

Usai menyampaikan arahannya, Gubernur mempersilahkan kepada Kepala Daerah untuk menyampaikan segala kendala yang dihadapi dimasing-masing kabupaten. Pada kesempatan yang diberikan oleh Gubernur, Wakil Bupati Aceh Tamiang H. T. Insyafuddin, ST mengawalinya dengan mengingatkan kepada Plt. Gubernur Aceh mengenai janji penyediaan Kamera Termal yang digunakan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh agar memudahkan kerja petugas diperbatasan. Kemudian Wabup meminta pengadaan Mobile Polymerase Chain Reaction (PCR) keliling atau Mobile Combat Covid-19 yang mampu memberikan hasil pengetesan dalam waktu 40 menit. Serta penambahan alat rapid test, dan keterbatasan anggaran yang menjadi kendala.

Menanggapi hal tersebut, Nova mengatakan untuk pengadaan Kamera Termal sudah dipesan dan masih dalam proses, karena pemesannya melalui e-katalog sama halnya juga dengan Mobile PCR. Hanya saja untuk Mobile PCR, jelas Nova, tidak untuk dimiliki namun akan digunakan secara bergilir dengan melihat daerah mana yang membutuhkan. Sedangkan untuk anggaran, semua harus melewati prosedur yang berlaku dan butuh proses.

Sebelum mengakhiri Video Conference, Sekretaris Daerah Provinsi Aceh memaparkan kesimpulan pertemuan ini, bahwa masing-masing Gugus Tugas di setiap kabupaten mempunyai tugasnya masing-masing. Gugus Tugas Provinsi akan menyempurnakan peraturan yang ada, dan untuk Gugus Tugas di kabupaten/kota agar dapat menggerakan semua sumber daya yang ada baik dibidang kesehatan maupun lainnya.

Sementara kepada unsur teknis kesehatan, agar segera menyusun apa saja yang dibutuhkan di kabupaten dan anggaran yang dibutuhkan agar dapat langsung dikomunikasikan demi menunjang kinerja percepatan penanganan Covid-19.

“Susun konsepnya, formatnya sudah ada dan akan kami siapkan, silahkan isi sesuai dengan kebutuhan petugas dan kebutuhan kenyamanan petugas/lokasi, hal ini agar tugas para personil di posko menjadi mudah,” tutupnya mengakhiri.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *