Diduga Mark Up, Warga Minta Inspktorat Audit LKPJ Desa Kilangan

  • Whatsapp
banner 468x60

Wartawan: Edi Suherman

ACEH SINGKIL, BEDAHNEWS.com – Masyarakat Desa kilangan Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil meminta Inspektorat untuk mengaudit Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) terkait dugaan mark up sejumlah pembangunan di Desa Kilangan, Sabtu (1/2).

Muat Lebih

banner 300x250

Salah seorang anggota Badan Permuyaratan Gampong (BPG) CS mengatakan, kecewa dengan pembangunan di Desa Kilangan yang menggunakan Alokasi Dana Desa tahun 2019 dinilai tidak transparan dan asal jadi.

“Besarnya ADD tahun anggaran 2019, sebesar Rp.1,391,699,489 tapi pembangunannya tidak transparan dan asal jadi padahal bangunan tersebut merupakan aset desa,” ujar CS.

CS juga menambahkan, ada lima bangunan yang diduga mark-up karena dinilai tidak sesuai prosedur sehingga diduga mengakibatkan kerugian desa sebesar ratusan juta rupiah, seperti Rehabilitasi dan pengadaan sarana dan prasarana TPA Rp.63,435,000, pembagunan jembatan Kilangan Masjid Rp. 63,055,200, pembagunan pagar dan penimbunan balai RT 3 Rp.51,679,100, rehab lapangan voli Rp 25,955,000, dan pengadaan tong sampah 300 unit Rp.87,210,000.

CS juga menilai pembelian inventaris desa banyak yang rusak dan sudah tidak layak pakai, dan pembangunan selama 3 tahun terakhir kurang tepat sasaran dan tidak ada azas manfaat.

Terkait hal tersebut, Geucik Desa Kilangan Mufti belum bisa dikonfirmasi.

Untuk itu, masyarakat Desa Kilangan meminta kepada Inspektorat agar segera mengaudit LKPJ pengelolaan dana desa selama 3 tahun ini, sekaligus menuntut menyelesaikan sangketa tanah kuburan di desa tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *