Empat Alat Berat Bantuan Kemendagri Dikerahkan, Sedimen Bendung Mon Seuke Pulot Bireuen Dikeruk

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pembersihan sedimen pascabanjir di Bendung Irigasi Mon Seuke Pulot, Desa Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, terus dikebut. Empat unit alat berat bantuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dikerahkan untuk mengangkat tumpukan lumpur, tanah, dan material kayu yang menyumbat aliran air.

Muat Lebih

Pengerjaan yang dimulai sejak Sabtu (17/10/2026) tersebut difokuskan pada pengerukan sedimen tebal yang menutupi kawasan bendung serta pembersihan material banjir yang menghambat aliran sungai.

Keuchik Pante Karya, Hasdairin, kepada Bedahnews.com, Rabu (21/10/2026), mengatakan ketebalan sedimen yang harus dibersihkan di kawasan bendung diperkirakan mencapai lebih dari lima meter.

Untuk mempercepat proses pengerjaan, petugas menerapkan sistem pengerukan dan pemindahan material secara bertahap dengan mengoperasikan empat alat berat sekaligus.

“Dua di dalam bendung mengangkat ke darat, dua di darat mengangkat dan membuang ke area tersendiri,” ujar Hasdairin.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan material paling parah terlihat di sekitar pintu air. Batang kayu berukuran besar bercampur lumpur pekat tersangkut di kawasan tersebut sehingga proses pembersihan membutuhkan penanganan ekstra.

Empat unit alat berat yang dikerahkan terdiri atas dua ekskavator jenis long arm dan dua ekskavator PC 200. Dua unit beroperasi di area bendung untuk mengangkat sedimen ke daratan, sedangkan dua unit lainnya bertugas memindahkan material ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan.

Pembersihan ini menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi bendung irigasi yang terdampak banjir, sekaligus mengurangi hambatan aliran air akibat pendangkalan dan tumpukan material.

Hasdairin menjelaskan, pengerukan di kawasan bendung menjadi prioritas penanganan saat ini. Setelah pekerjaan tersebut rampung, upaya pemulihan akan dilanjutkan dengan normalisasi Sungai Krueng Meuh di sejumlah titik kritis yang mengalami pendangkalan dan kerusakan akibat banjir.

Sebelumnya, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, bersama tim teknis dan Camat Peusangan Siblah Krueng, Afrizal, meninjau langsung kondisi bendung irigasi yang jebol pada Jumat (16/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kerusakan sekaligus mengoordinasikan pengerahan alat berat bantuan Kemendagri agar penanganan di lapangan dapat segera dilakukan.

Melalui percepatan pengerukan dan normalisasi sungai, diharapkan hambatan aliran air serta kerusakan tanggul akibat terjangan banjir dapat segera ditangani. Upaya ini juga diharapkan mampu mendukung pemulihan fungsi irigasi agar kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat kembali terpenuhi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *