Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bireuen memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat gampong. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun struktur partai yang lebih solid menghadapi agenda politik mendatang.
Penguatan struktur itu ditegaskan dalam Sosialisasi Struktur Kepengurusan dan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPAC PKB se-Kabupaten Bireuen masa bakti 2026–2031 yang berlangsung di Aula DPC PKB Bireuen, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 115 peserta yang merupakan perwakilan pengurus DPAC dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen. Selain Musancab, agenda juga dirangkai dengan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi calon pimpinan DPAC PKB.
Koordinator Zona (Korzon) Dapil 3 Bireuen DPW PKB Aceh, Muhammad Iqbal, yang hadir mewakili Ketua DPW PKB Aceh H. Ruslan M. Daud, mengatakan penguatan struktur hingga tingkat Dewan Pengurus Anak Ranting (DPARt) menjadi salah satu fokus penting konsolidasi organisasi.
Menurutnya, struktur partai tidak cukup hanya kuat di tingkat DPC dan DPAC, tetapi harus hadir hingga gampong sebagai basis masyarakat.
“Kita harus memperkuat struktur partai sampai ke tingkat desa melalui DPARt. Di situlah kekuatan PKB dibangun, karena masyarakat berada di gampong. Target kita jelas, PKB harus semakin kuat dan mampu menambah kursi di parlemen,” ujar Muhammad Iqbal.
Iqbal juga menyampaikan target PKB Bireuen untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif. Selain membidik penambahan kursi DPR Aceh dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bireuen, PKB menargetkan dapat meraih dua kursi DPRK Bireuen pada setiap dapil.
Ia meminta seluruh kader menjadikan target tersebut sebagai bagian dari kerja organisasi yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan, terutama melalui penguatan struktur hingga tingkat akar rumput.
Iqbal juga mengingatkan kader agar menjaga soliditas setelah pelaksanaan Musancab. Menurutnya, perbedaan dalam proses pembentukan kepengurusan harus diakhiri setelah musyawarah selesai, sehingga seluruh kader dapat kembali bergerak dalam satu barisan.
“Setelah Musancab tidak boleh ada lagi kelompok-kelompok kecil. Semua kader harus bersatu, bergerak bersama, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat serta kemenangan PKB,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Bireuen, Amiruddin M. Daud atau yang akrab disapa Dek Gam, mengatakan Musancab menjadi momentum untuk menata organisasi sekaligus memperkuat koordinasi dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan gampong.
“Musancab ini bukan sekadar menyusun kepengurusan baru, tetapi membangun organisasi yang solid dan memperkuat pengabdian PKB kepada masyarakat,” kata Dek Gam.
Sekretaris DPC PKB Bireuen, Zulfikar Muhammad, menjelaskan bahwa pada periode kepengurusan 2026–2031, PKB mulai menerapkan pendekatan baru dalam proses pemilihan pimpinan organisasi.
Menurutnya, mekanisme tersebut tidak hanya mempertimbangkan jumlah suara, tetapi juga memperhatikan kualitas, kapasitas, dan komitmen kader dalam menjalankan roda organisasi serta membesarkan partai.
Melalui konsolidasi dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga gampong, PKB Bireuen menargetkan struktur organisasi yang lebih solid sekaligus memperluas kerja-kerja kepartaian di tengah masyarakat.
Target penambahan kursi legislatif yang disampaikan Muhammad Iqbal selanjutnya menjadi salah satu agenda yang akan dikawal melalui penguatan struktur dan soliditas kader di seluruh wilayah Bireuen.











