MDMC DIY Salurkan Bantuan Sarana Fisik untuk Penyintas Bencana di Pante Lhong Bireuen

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Penyintas bencana hidrometeorologi di Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, mendapat bantuan sarana fisik sekaligus pendampingan pemulihan dari Lembaga Resiliensi Bencana Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Muat Lebih

Penyerahan bantuan dalam rangka program rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut dirangkai dengan kegiatan tasyakuran yang berlangsung di Meunasah Gampong Pante Lhong, Sabtu (19/9/2026) malam.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bireuen yang diwakili Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, Munawar SKM MKes, bersama Ketua PWM DIY, Dr Muhammad Ikhwan Ahada SAg MA.

Koordinator Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) DIY, Risky Ramadhan, mengatakan pihaknya telah mendampingi masyarakat Pante Lhong selama tiga bulan melalui sejumlah program pemulihan berbasis masyarakat.

Salah satu program yang dijalankan yakni Revitalisasi Komunitas Jeruk Bali Varietas Giri Matang. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat mengembangkan kembali potensi ekonomi dan pertanian pascabencana.

“Selain diskusi dan praktik bersama warga serta kelompok tani, kami telah mendistribusikan 540 bibit jeruk giri matang ke setiap rumah warga dan tanah wakaf di Gampong Pante Lhong,” kata Risky dalam laporannya.

Menurutnya, sebanyak 80 bibit jeruk lainnya diserahkan kepada keuchik untuk dikelola melalui Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) sebagai wadah pengelolaan sekaligus penangkaran bibit.

Selain bantuan bibit, MDMC DIY juga menyerahkan sejumlah sarana pendukung pertanian, di antaranya alat semprot otomatis, alat gali, alat potong, serta peralatan untuk penanggulangan bencana.

Dalam program pendampingan tersebut, MDMC DIY juga melaksanakan Program Desa Tangguh Bencana. Kegiatan ini melibatkan warga melalui tujuh kali pertemuan yang diisi dengan diskusi, praktik, dan musyawarah.

Program tersebut menghasilkan pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana Gampong Pante Lhong. Struktur forum itu telah disahkan oleh keuchik setempat sebagai wadah masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Kami juga telah menyelesaikan dua dokumen penting, salah satunya Dokumen Kajian Risiko Bencana, khususnya untuk ancaman banjir. Dokumen ini akan diserahkan ke BPBD Bireuen pada hari Senin mendatang untuk tindak lanjut program,” jelas Risky.

Sementara itu, Keuchik Pante Lhong, Murizal, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MDMC serta Lembaga Resiliensi Bencana PWM DIY atas pendampingan yang diberikan kepada masyarakat.

“Terima kasih setinggi-tingginya telah membantu warga kami bangkit pasca bencana. Kami berharap pendampingan seperti ini bisa terus berkelanjutan,” ujar Murizal.

Ketua PWM DIY, Dr Muhammad Ikhwan Ahada, mengatakan kehadiran Muhammadiyah di Pante Lhong merupakan bagian dari amanah Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendampingi masyarakat yang terdampak bencana.

“Mudah-mudahan bantuan yang tidak seberapa ini bisa memberikan manfaat, memotivasi, dan membantu masyarakat Pante Lhong bangkit kembali menatap masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Bupati Bireuen melalui Kepala Dinas Syariat Islam, Munawar SKM MKes, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta aksi nyata Lembaga Resiliensi Bencana dan MDMC PWM DIY dalam mendampingi masyarakat Bireuen.

“Dedikasi dan aksi nyata saudara-saudara sekalian dalam mendampingi warga Pante Lhong hingga tahap pemulihan ini adalah bukti konkret persaudaraan dan solidaritas kebangsaan yang luar biasa,” pungkas Munawar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *