UIA Lolos Seleksi Nasional, Terpilih Program Pendampingan Kemenag Menuju Akreditasi Unggul

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Universitas Islam Aceh (UIA) resmi terpilih sebagai salah satu dari 30 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Indonesia yang mendapatkan program pendampingan intensif dari Kementerian Agama (Kemenag) RI menuju pencapaian predikat Akreditasi Unggul.

Muat Lebih

Capaian tersebut menjadi langkah strategis bagi UIA untuk mempercepat peningkatan mutu perguruan tinggi, khususnya dalam memperkuat sistem penjaminan mutu, tata kelola akademik, serta budaya mutu di lingkungan kampus.

Kampus yang berada di Paya Lipah, Kabupaten Bireuen, itu berhasil melewati proses seleksi tingkat nasional dan terpilih dari sekitar 800 PTKIS di seluruh Indonesia yang mengikuti proses tersebut.

Rektor UIA, Dr. Nazaruddin, M.A., menyampaikan kabar tersebut saat memberikan pengarahan secara virtual dalam acara pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIA, Kamis (27/8).

Saat itu, Nazaruddin tengah menghadiri kegiatan Koordinasi dan Tinjauan Sistem Penjaminan Mutu bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI di Surabaya.

“Alhamdulillah, UIA mendapatkan kesempatan. Dari 800 PTKIS di Indonesia, ada 30 PTKIS yang terpilih masuk dalam pendampingan intensif agar nantinya dapat meraih akreditasi unggul yang dibimbing langsung oleh Kementerian Agama RI,” ujar Nazaruddin.

Menurutnya, terpilihnya UIA dalam program tersebut merupakan peluang besar untuk mempercepat peningkatan kualitas institusi. Karena itu, ia berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan mitra kerja dapat terus diperkuat.

Nazaruddin juga berharap UIA dapat menjadi salah satu pelopor PTKIS di Aceh yang mampu meraih predikat akreditasi unggul. Terlebih, jumlah PTKIS yang telah mencapai predikat tertinggi tersebut secara nasional masih sangat terbatas.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Amien Suyitno menegaskan, program pendampingan intensif tersebut dirancang untuk mengurangi kesenjangan mutu antara perguruan tinggi, khususnya dalam pemenuhan standar akademik dan tata kelola kelembagaan.

Data Kemenag mencatat, dari 59 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sebanyak 39 institusi atau lebih dari separuh telah memperoleh predikat akreditasi unggul. Sementara di lingkungan PTKIS, baru satu perguruan tinggi yang tercatat meraih predikat tersebut.

Amien menekankan, upaya mencapai akreditasi unggul tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen administratif. Menurutnya, peningkatan mutu harus dibarengi dengan transformasi budaya mutu (quality culture) serta penguatan tata kelola akademik secara menyeluruh.

Melalui program pendampingan dan kemitraan strategis bersama pemerintah pusat, UIA diharapkan mampu memperkuat fondasi akademik dan kelembagaan sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi Islam swasta di Aceh.

Keikutsertaan UIA dalam program nasional tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi Islam di Aceh, sehingga mampu melahirkan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *