Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar acara pisah sambut Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bireuen di Pendopo Bupati Bireuen, Rabu malam, 26 Agustus 2026.
Jabatan Ketua PN Bireuen resmi beralih dari Raden Eka Pramanca Cahyo Nugroho kepada Zulfikar Siregar. Pergantian tersebut merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran jabatan pimpinan pengadilan di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Banda Aceh.
Sebelumnya, pada Rabu pagi, Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh memimpin pengambilan sumpah, pelantikan, dan serah terima jabatan empat Ketua PN di wilayah hukumnya, termasuk Ketua PN Bireuen.
Acara pisah sambut di Pendopo Bupati Bireuen turut dihadiri Bupati Bireuen Mukhlis, Wakil Bupati Razuardi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perguruan tinggi, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Dalam sambutannya, Raden Eka menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dan masyarakat yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalankan tugas sebagai Ketua PN Bireuen.
“Selama bertugas di Bireuen saya diterima dengan baik. Banyak pengalaman dan kesan yang saya dapatkan selama berada di sini,” ujar Raden Eka.
Sementara itu, Ketua PN Bireuen yang baru, Zulfikar Siregar, mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan, termasuk prosesi peusijuk sebagai bagian dari adat dan budaya Aceh.
Zulfikar berkomitmen melanjutkan sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun antara PN Bireuen dengan pemerintah daerah maupun berbagai pihak.
“Semoga saya dapat menjalankan amanah ini dengan baik dan melanjutkan hubungan serta sinergi yang sudah terbangun,” kata Zulfikar.
Bupati Bireuen Mukhlis menyampaikan apresiasi atas kontribusi Raden Eka selama memimpin PN Bireuen. Menurutnya, keberadaan PN memiliki peran penting dalam memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan pelayanan peradilan yang baik bagi masyarakat.
Kepada Zulfikar Siregar, Mukhlis mengucapkan selamat datang dan selamat menjalankan tugas sebagai Ketua PN Bireuen. Ia berharap sinergi antara lembaga peradilan dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pergantian kepemimpinan tersebut berlangsung pada momentum penting bagi PN Bireuen. Pada 30 Juli 2026, PN Bireuen resmi naik kelas dari Kelas II menjadi Kelas IB.
Peningkatan status tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja peradilan di Kabupaten Bireuen.
Rangkaian acara pisah sambut kemudian ditutup dengan penyerahan suvenir kenang-kenangan kepada Raden Eka Pramanca Cahyo Nugroho sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya selama memimpin PN Bireuen.











