HAkA dan AGC Tanam 150 Pohon Aren, Hijaukan Kawasan Waduk Paya Kareueng

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) bersama Yayasan Aceh Green Conservation (AGC) menanam 150 pohon aren di kawasan Waduk Paya Kareueng, Desa Cot Girek, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (27/8/2026).

Muat Lebih

Penanaman pohon aren dilakukan mengelilingi kawasan waduk yang memiliki luas sekitar lima hektare. Kegiatan tersebut diinisiasi kader lingkungan Batch 4 HAkA, Zulhamdi dan Uliya, sebagai bagian dari upaya penghijauan sekaligus memperkenalkan aren sebagai tanaman yang memiliki manfaat ekologis dan potensi ekonomi bagi masyarakat.

Zulhamdi mengatakan, pemilihan kawasan Waduk Paya Kareueng dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan. Selain memiliki ruang terbuka yang cukup luas, kawasan tersebut juga berada tidak jauh dari pusat Kota Bireuen sehingga relatif mudah diakses masyarakat.

“Pemilihan kawasan waduk ini melalui sejumlah pertimbangan. Salah satunya karena lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Bireuen. Kami ingin penanaman ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya jangka panjang menjaga lingkungan dan wisata di masa hadapan,” kata Zulhamdi.

Menurutnya, aren dipilih karena memiliki manfaat ganda, yakni fungsi ekologis sekaligus potensi ekonomi. Penanaman 150 pohon tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan kawasan waduk sebagai ruang hijau sekaligus lokasi edukasi konservasi bagi masyarakat.

Pembina Yayasan Aceh Green Conservation, Suhaimi Hamid, menjelaskan, aren (Arenga pinnata) merupakan tanaman serbaguna yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Nira aren dapat diolah menjadi gula aren, sementara buahnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kolang-kaling. Serat ijuk juga dapat digunakan untuk membuat sapu, tali, atap rumah, serta berbagai produk lainnya.

Selain itu, bagian batang aren dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan produk olahan. Pada bagian tertentu dari batangnya juga dapat dihasilkan tepung aren.

Suhaimi mengatakan, selain bernilai ekonomi, aren memiliki fungsi ekologis yang penting. Sistem perakarannya mampu membantu menyerap dan menyimpan air hujan sehingga dapat berperan dalam menjaga tata air di kawasan sekitar.

“Aren juga dapat membantu mencegah erosi karena sistem perakarannya mampu mengikat tanah dan memperlambat aliran air. Biomassanya juga menyerap karbon dari udara,” kata Suhaimi.

Ia berharap penanaman aren di kawasan Waduk Paya Kareueng tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, perawatan tanaman dan pengembangan kawasan harus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaat ekologis, edukasi, dan ekonomi dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan penanaman tersebut, kawasan Waduk Paya Kareueng diharapkan tidak hanya semakin hijau, tetapi juga memiliki nilai tambah sebagai ruang publik dan kawasan edukasi lingkungan yang dapat mendukung potensi wisata lokal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *