Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Universitas Almuslim (Umuslim) resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026 di Halaman Kampus Timur Umuslim, Kabupaten Bireuen, Aceh, Rabu (26/8/2026).
Sebanyak 1.253 mahasiswa baru mengikuti rangkaian PKKMB yang digelar selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus, sistem akademik, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai nilai dan budaya yang diterapkan di Umuslim.
Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd., menyambut para mahasiswa baru dan mengajak mereka menjadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Dalam sambutannya, Marwan menegaskan bahwa kualitas perguruan tinggi tidak semata-mata ditentukan oleh status negeri atau swasta, tetapi lebih pada capaian prestasi dan kualitas lulusannya.
“Tidak ada perbedaan antara kampus negeri dan swasta, yang membedakannya adalah capaian prestasi,” kata Marwan kepada Bedahnews.com, Rabu (26/8/2026).
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada perolehan ijazah, tetapi juga membekali diri dengan kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, mahasiswa perlu mengembangkan enam kompetensi utama atau 6C, yakni Communication, Collaboration, Creativity, Critical Thinking, Citizenship, dan Character.
“Mahasiswa harus memiliki kemampuan komunikasi, mampu bekerja sama, kreatif, berpikir kritis, memiliki kepedulian sebagai warga negara, serta mempunyai karakter yang baik,” ujarnya.
Marwan juga mengingatkan mahasiswa baru mengenai sejarah Umuslim yang tumbuh dari semangat dan nilai-nilai wakaf masyarakat sejak era sebelum kemerdekaan. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjaga sekaligus mengembangkan nama baik almamater.
Sementara itu, Pembina Yayasan Almuslim Peusangan (YAP), Rusyidi Mukhtar, S.Sos., meminta mahasiswa baru aktif menjaga nama baik kampus serta serius menjalani proses perkuliahan.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjauhi penyalahgunaan narkotika dan berbagai bentuk perilaku yang dapat merusak masa depan.
“Umuslim ini milik wakaf, mari bersama kita jaga dan kembangkan. Fokus dalam perkuliahan dan bebas dari narkotika pasti akan sukses. Mahasiswa harus berani memberantas narkoba,” ujar Rusyidi.
Di sisi lain, Kepala Bagian Kemahasiswaan Umuslim, Muslihin Ahmad, M.Pd., menjelaskan bahwa materi PKKMB meliputi pengenalan sistem akademik, wawasan kebangsaan, penanaman karakter, hingga pengenalan organisasi kemahasiswaan.
Ia menegaskan, pelaksanaan PKKMB di tingkat universitas maupun fakultas wajib mengacu pada panduan kementerian dan mengedepankan kegiatan yang edukatif serta membangun karakter mahasiswa.
“Kami mengimbau panitia di setiap tingkatan untuk mematuhi panduan kementerian, tanpa ada praktik perpeloncoan atau tindakan destruktif lainnya,” tutur Muslihin.
Pembukaan PKKMB Umuslim 2026 turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, pengurus Yayasan Almuslim Peusangan, serta unsur Forkopimda Bireuen, di antaranya Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf Dikdik Sukayat dan Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri.
Melalui PKKMB 2026, Umuslim berharap para mahasiswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, dan semangat berprestasi untuk mengharumkan nama almamater.











