Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan mempertegas komitmennya dalam membangun lingkungan perguruan tinggi yang inklusif, aksesibel, setara, dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Almuslim bertema “Mewujudkan Kampus Inklusif, Aksesibel dan Ramah Disabilitas” yang berlangsung di Ruang Kuliah Umum (RKU) 1 Kampus Timur Umuslim, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Almuslim dan sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya.
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan MPd, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademis untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan pendidikan yang setara, termasuk penyandang disabilitas.
“Universitas Almuslim berkomitmen untuk terus membangun kampus yang terbuka bagi semua pihak. Kampus inklusif bukan hanya berbicara tentang akses fisik terhadap fasilitas, tetapi juga bagaimana kita menciptakan lingkungan akademik yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan berprestasi,” ujar Dr. Marwan.
Menurutnya, keberadaan ULD menjadi langkah strategis dalam membangun sistem layanan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.
“Kita ingin Universitas Almuslim menjadi kampus yang benar-benar hadir untuk semua. Keberadaan ULD harus mampu memberikan layanan, pendampingan, serta membangun kolaborasi agar tidak ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua ULD Universitas Almuslim, Dr. Hera Yanti MPsi, mengatakan sosialisasi tersebut menjadi momentum awal untuk memperkenalkan fungsi ULD sekaligus memperkuat jejaring kemitraan dengan SLB.
Menurut Hera, kolaborasi dengan SLB sangat penting untuk menjamin kesinambungan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang memiliki potensi melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“ULD hadir untuk memastikan Umuslim menjadi ruang pendidikan yang dapat diakses oleh semua, baik dari aspek akademik maupun lingkungan kampus. Anak-anak penyandang disabilitas memiliki potensi luar biasa dan hak yang sama. Tugas kita bersama adalah memastikan akses dan dukungan tersebut tersedia,” jelasnya.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Umuslim, Dr. drh. Zulfikar MSi, menilai perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun ekosistem layanan disabilitas yang ideal.
“Kita membutuhkan kolaborasi dengan sekolah, pemerintah, masyarakat, dan lembaga yang berpengalaman dalam pendampingan disabilitas. Dari sinilah kita dapat membangun layanan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” kata Zulfikar.
Ia berharap ULD Umuslim ke depan tidak hanya berfungsi sebagai unit pelayanan administratif, tetapi juga menjadi wadah pendampingan secara menyeluruh bagi mahasiswa penyandang disabilitas, baik dalam bidang akademik, organisasi, pengembangan prestasi, maupun kontribusi kepada masyarakat.
Sosialisasi dan penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri perwakilan sejumlah lembaga pendidikan khusus, di antaranya SLB Negeri Bireuen, SLB Negeri Terpadu Bireuen, SLB Al Ikhlas, SLB Jeumpa Bireuen, SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen, dan SLB YTC Kutablang.
Turut hadir jajaran pimpinan serta civitas akademika Universitas Almuslim.
Melalui pembentukan ULD dan penguatan kerja sama dengan SLB, Umuslim menargetkan terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang semakin terbuka, setara, dan mampu memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi serta meraih prestasi.











