Polres Bireuen Respons Cepat Aduan Warga, Sejumlah Pelajar Bolos Ditertibkan

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Personel Polres Bireuen menindaklanjuti laporan masyarakat terkait sejumlah pelajar yang diduga membolos saat jam belajar. Para pelajar tersebut ditemukan berkumpul di sebuah kios kawasan Simpang Cureh, Gampong Geulanggang, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Rabu (30/9/2026) pagi.

Muat Lebih

Laporan tersebut disampaikan masyarakat melalui layanan Call Center Polisi 110. Menindaklanjuti informasi itu, Pamapta I Polres Bireuen IPDA Kahar Muzakkar, S.H., bersama personel Piket Fungsi dan Polsek Kota Juang langsung mendatangi lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan sejumlah pelajar berada di bagian dalam dan belakang kios. Para siswa kemudian dibawa ke Mapolsek Kota Juang untuk menjalani pendataan serta pembinaan.

Berdasarkan hasil pendataan awal, para pelajar yang terjaring tersebut diketahui berasal dari empat sekolah di Kabupaten Bireuen, yakni SMAN 2 Bireuen, SMAN 3 Bireuen, SMKN 1 Bireuen, dan MTsN 2 Bireuen.

Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., melalui Pamapta I IPDA Kahar Muzakkar mengatakan, penanganan terhadap para pelajar dilakukan dengan mengedepankan pendekatan pembinaan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Para pelajar kami amankan karena ditemukan berkumpul di luar sekolah pada jam belajar. Selanjutnya dilakukan pendataan dan pembinaan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta memanggil orang tua masing-masing,” ujar IPDA Kahar.

Ia mengapresiasi respons masyarakat yang menyampaikan informasi melalui layanan Polisi 110. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat membantu kepolisian dalam menjaga ketertiban sekaligus mencegah berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu masa depan generasi muda.

Polres Bireuen juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada jam sekolah. Orang tua diharapkan memastikan anak benar-benar berangkat dan mengikuti proses pembelajaran sesuai jadwal.

Di sisi lain, pihak sekolah diminta memperkuat komunikasi dengan orang tua, khususnya ketika terdapat siswa yang tidak hadir di kelas tanpa keterangan.

“Pengawasan terhadap pelajar merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengedepankan pembinaan agar para pelajar kembali mengikuti kegiatan belajar dan tidak mengulangi perbuatannya,” pungkas IPDA Kahar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *