Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mulai merealisasikan program pembangunan rumah bantuan layak huni bagi masyarakat pada tahun anggaran 2026. Dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., di sejumlah lokasi penerima bantuan, Senin (10/8/2026) pagi.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Ir. Fadli Abdullah, S.T., M.S.M., mengatakan pada tahap awal tahun ini pihaknya mengalokasikan pembangunan 33 unit rumah bantuan melalui APBK Murni 2026.
“Tahun ini pihak kami membantu 33 unit rumah bantuan. Sebagai awal proses pembangunan, Bapak Bupati melakukan peletakan batu pertama secara simbolis di empat lokasi rumah penerima,” ujar Fadli kepada Bedahnews.com.
Empat lokasi yang menjadi titik peletakan batu pertama tersebut tersebar di sejumlah kecamatan.
Pertama, pembangunan rumah untuk Afuadi, korban bencana angin puting beliung, di Gampong Kuta Baro, Kecamatan Kuala.
Kedua, pembangunan rumah layak huni untuk Sudirman Yusif di Gampong Cot Ulim, Kecamatan Jeumpa.
Ketiga, pembangunan rumah layak huni untuk Azhari di Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli.
Keempat, pembangunan rumah layak huni untuk Irfandi di Gampong Blang Reulieng, Kecamatan Kota Juang.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bireuen didampingi Kepala Dinas Perkim, Asisten II, Asisten III, Sekretaris Kecamatan Kuala, serta sejumlah pejabat dari dinas terkait.
Bupati Mukhlis menegaskan Pemkab Bireuen berkomitmen untuk terus memperluas program bantuan hunian layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, pembangunan rumah bantuan tidak hanya mengandalkan alokasi APBK Murni. Pemkab Bireuen juga telah menyiapkan tambahan pembangunan rumah melalui APBK Perubahan 2026.
“Selain alokasi awal ini, kita juga akan membangun 41 unit rumah bantuan tambahan yang dibiayai melalui APBK Perubahan tahun 2026,” ujar Bupati Mukhlis.
Dengan demikian, total rumah bantuan yang ditargetkan dibangun Pemkab Bireuen sepanjang 2026 mencapai 74 unit, terdiri dari 33 unit melalui APBK Murni dan 41 unit melalui APBK Perubahan.
Bupati berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu sehingga masyarakat penerima manfaat dapat segera menempati hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Ia juga berpesan kepada para penerima bantuan agar menjaga dan merawat rumah tersebut dengan baik setelah selesai dibangun.
“Setelah rumah selesai dibangun, saya berharap para penerima manfaat dapat menjaga dan merawatnya dengan baik agar bisa digunakan dalam jangka panjang,” pesan Mukhlis.











