Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Upaya pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen, Aceh, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Rehabilitasi dan optimasi ribuan hektare lahan sawah yang terdampak bencana kini telah rampung, sehingga petani mulai bersiap memasuki musim tanam dengan dukungan benih gratis dari pemerintah.
Program strategis yang didanai Kementerian Pertanian (Kementan) RI tersebut dilaksanakan secara swadaya oleh kelompok tani sebagai bagian dari percepatan pemulihan produksi pangan di daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., mengatakan rehabilitasi lahan sawah rusak sedang seluas 677 hektare telah dimulai sejak Februari 2026 dan kini selesai 100 persen. Sementara itu, program optimasi lahan sawah rusak ringan seluas 1.323 hektare juga telah tuntas dilaksanakan.
“Untuk rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 677 hektare sudah kami mulai sejak Februari 2026 dan kini seluruh pekerjaannya selesai. Begitu juga optimasi lahan sawah rusak ringan seluas 1.323 hektare, semuanya telah rampung,” ujar Mulyadi kepada Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, Selasa (14/7/2026).
Selain memperbaiki lahan pertanian, Kementan melalui Distanbun Bireuen juga telah menyalurkan bantuan benih secara gratis kepada seluruh petani yang masuk dalam program pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses tanam dan meningkatkan kembali produktivitas pertanian di Bireuen.
Di sektor irigasi, pembangunan darurat Bendungan Pante Lhong II di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, telah selesai dan kini berstatus fungsional. Namun, distribusi air ke jaringan irigasi sekunder dan tersier masih menunggu penyelesaian perbaikan tiga titik gorong-gorong baja (Aramco) di Desa Gunci, Kecamatan Juli.
“Perbaikan Aramco sudah dimulai sejak 11 Juli 2026. Jika berjalan sesuai rencana, pengerjaannya ditargetkan selesai dalam tiga minggu ke depan sehingga aliran air dapat segera difungsikan,” jelasnya.
Mulyadi juga mengungkapkan, usulan rehabilitasi 1.091 hektare sawah kategori rusak berat telah memperoleh persetujuan dari Pemerintah Pusat dan segera memasuki tahap pelaksanaan.
Sementara itu, untuk mengantisipasi kekeringan pada lahan tadah hujan maupun kawasan yang minim akses irigasi, pemerintah membangun 102 unit sumur bor dengan kedalaman sekitar 60 meter. Hingga saat ini, sebanyak 82 unit telah selesai dibangun, sedangkan 20 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian.
“Seluruh pembangunan sumur bor dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani. Dengan dukungan ini, kami berharap produktivitas pertanian Bireuen dapat kembali meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” pungkas Mulyadi.








