206 Santri Baru Dayah Jami’ah Azzanjabil Bireuen Ikuti Orientasi, Waled Akhtiar Harap Cepat Beradaptasi

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Sebanyak 206 santri baru Dayah Terpadu Jami’ah Azzanjabil, Gampong Buket Teukuh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, mengikuti Pekan Orientasi Santri Baru sebagai bekal awal memasuki kehidupan di lingkungan pesantren pada tahun ajaran 2026/2027.

Muat Lebih

Kegiatan yang dikemas dalam program Almurtaja Multaqa Risalah, Ta’aruf, dan Jahiziyah itu berlangsung selama empat hari, mulai 15 hingga 18 Juli 2026, dan dibuka di Masjid Assalsabil kompleks Dayah Jami’ah Azzanjabil, Rabu (15/7/2026).

Pembukaan orientasi dipimpin langsung oleh Pimpinan Yayasan Az Zanjabil, Drs. Tgk. H. Akhtiar Ismail, Lc., M.A., yang akrab disapa Waled Akhtiar.

Waled Akhtiar mengatakan, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di Dayah Jami’ah Azzanjabil terus meningkat. Pada tahun ajaran ini, sebanyak 130 santri diterima di jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 76 santri di jenjang Madrasah Aliyah (MA), sehingga total peserta orientasi mencapai 206 orang.

“Kami bersyukur antusiasme masyarakat terus meningkat. Ini menjadi amanah bagi kami untuk memberikan pendidikan terbaik bagi para santri,” ujarnya kepada Bedahnews.com di sela-sela kegiatan.

Menurut Waled Akhtiar, masa orientasi merupakan tahapan penting bagi santri baru untuk beradaptasi dengan kehidupan di lingkungan dayah, terutama bagi mereka yang baru pertama kali tinggal di asrama.

“Kegiatan orientasi ini sangat penting sebagai tahap awal agar para santri mengenal lingkungan dayah, pimpinan, para guru, serta ustaz dan ustazah yang akan membimbing mereka selama menempuh pendidikan di sini,” katanya.

Selain diperkenalkan dengan lingkungan dan tenaga pendidik, para santri juga mendapatkan pembekalan mengenai tata tertib dayah, kehidupan di asrama, serta jadwal kegiatan ibadah dan proses belajar mengajar yang akan dijalani setiap hari.

“Mereka dibimbing langsung oleh pimpinan dayah, kepala madrasah, dan para pengasuh asrama agar memahami seluruh aturan, baik yang tertulis maupun yang menjadi budaya di lingkungan dayah, termasuk agenda harian ibadah dan pembelajaran,” jelasnya.

Waled Akhtiar berharap seluruh santri baru dapat menjalani proses adaptasi dengan baik sehingga merasa nyaman menempuh pendidikan di Dayah Jami’ah Azzanjabil.

“Harapan kami, para santri bisa betah tinggal di dayah. Jika mereka mampu beradaptasi dengan cepat, menjalin hubungan baik dengan sesama santri maupun para guru, maka suasana belajar yang nyaman dan harmonis akan tercipta. Dengan demikian, proses pendidikan dapat berlangsung secara maksimal,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *