Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Pembangunan jembatan duplikasi Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Rabu (25/6/2026) sore, progres fisik proyek strategis tersebut telah mencapai 61 persen.
Untuk mengejar target penyelesaian pada Agustus 2026, pihak kontraktor pelaksana, PT Adhi Karya bersama mitranya, mengintensifkan pekerjaan konstruksi. Salah satu tahapan penting yang dilakukan yakni pengecoran lantai jembatan segmen sebelah barat atau arah Banda Aceh secara maraton sejak pagi hingga malam hari.
Proses pengecoran dilakukan dengan dukungan armada truk mixer yang bekerja secara bergantian guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Asisten BMN Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah I, Fachruddin, mengatakan setelah pengecoran lantai segmen barat selesai, pekerjaan akan dilanjutkan ke pembangunan abutment atau pangkal jembatan di sisi timur.
“Untuk pilar tengah jembatan seluruhnya sudah selesai dikerjakan. Setelah ini fokus pekerjaan bergeser ke penyelesaian struktur bagian timur,” ujar Fachruddin.
Ia memastikan seluruh kebutuhan material telah tersedia di lokasi proyek sehingga pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung tanpa hambatan berarti. BPJN Aceh optimistis jembatan duplikasi Krueng Tingkeum dapat difungsikan sesuai target dalam dua bulan ke depan.
“Target kami rampung Agustus 2026. Mohon doa dan dukungan masyarakat Aceh agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan lancar,” katanya.
Di tengah percepatan pembangunan jembatan utama, kondisi jembatan darurat (bailey) yang digunakan sebagai jalur sementara dilaporkan semakin rentan. Struktur lantai berbahan plat besi kerap mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas.
Menurut Fachruddin, kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas, terutama di atas 30 ton, menjadi penyebab utama lantai jembatan darurat sering bergeser bahkan terlepas dari sambungan.
“Kerusakan hampir terjadi setiap hari dan berdampak pada kelancaran lalu lintas. Tim maintenance kami, termasuk sebagian pekerja proyek utama, sering harus dialihkan sementara untuk melakukan perbaikan dan pengelasan lantai jembatan darurat,” ungkapnya.
Pihak BPJN pun mengimbau pengguna jalan, khususnya kendaraan bertonase tinggi, agar mematuhi batas muatan demi menjaga keamanan dan kelancaran akses selama proses pembangunan berlangsung.








