Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) terus mempercepat penanganan ribuan hektare lahan persawahan yang rusak akibat banjir besar dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu.
Saat ini, rehabilitasi untuk kategori sawah rusak sedang di sejumlah kecamatan sebagian besar telah rampung. Sementara itu, penanganan sawah dengan tingkat kerusakan berat dijadwalkan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi, mengatakan rehabilitasi dilakukan secara swakelola bersama kelompok tani dengan dukungan alat berat yang didatangkan ke lokasi terdampak.
“Penanganan sawah rusak sedang sudah dilakukan di wilayah Samalanga, Peusangan, Jangka, Kutablang, dan Gandapura. Sebagian besar sudah selesai ditangani,” ujar Mulyadi kepada BEDAHNEWS.com, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, proses pemulihan difokuskan agar lahan pertanian masyarakat dapat kembali difungsikan untuk musim tanam mendatang.
Terkait kondisi Bendungan Irigasi Pante Lhong di Kecamatan Peusangan, Mulyadi menyebutkan saat ini masih dalam tahap rehabilitasi. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah irigasi tersebut dapat kembali menyuplai kebutuhan air sawah warga secara maksimal pada musim tanam kali ini.
“Informasi yang kami peroleh, bendungan irigasi masih dalam proses perbaikan,” katanya.
Ia menambahkan, untuk sementara sejumlah kawasan pertanian mengandalkan sumber air alternatif. Di kawasan Blang Mee, Kutablang, misalnya, petani menggunakan pompa air untuk mengairi sawah. Begitu juga di Blang Guron, Gandapura, yang saat ini masih bergantung pada pompanisasi.
Sementara itu, wilayah Samalanga diperkirakan tetap dapat memanfaatkan jaringan irigasi yang tersedia.
Sebelumnya, berdasarkan data Distanbun Bireuen, banjir dan tanah longsor menyebabkan kerusakan lahan persawahan mencapai 4.731,79 hektare.
Total kerusakan tersebut terdiri atas 1.323,07 hektare sawah rusak berat, 672,12 hektare rusak sedang, dan 2.736,60 hektare rusak ringan.








