Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mulai melakukan pembersihan lahan (land clearing) untuk pembangunan Rumah Hunian Tetap (Huntap) Komunal bagi korban banjir bandang di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Sabtu (23/5/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan penyediaan hunian layak bagi warga terdampak bencana, sekaligus memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bireuen, Ir Fadli ST MSM, mengatakan proses pembersihan lahan dilakukan setelah Penjabat (Pj) Bupati Bireuen meninjau langsung lokasi pembangunan pada Jumat (22/5/2026) sore.
“Persyaratan dari Kementerian PKP, lahan pembangunan harus sudah dalam kondisi siap dan bersih. Karena itu, kemarin Bapak Bupati langsung turun ke lokasi bersama camat dan perangkat gampong dengan membawa alat berat. Hari ini proses pembersihan resmi dimulai,” ujar Fadli kepada BEDAHNEWS.com.
Ia menjelaskan, total Huntap Komunal yang akan dibangun di Gampong Krueng Simpo mencapai 48 unit rumah tipe 36 Plus yang telah dilengkapi fasilitas kamar mandi di dalam rumah.
Pembangunan Huntap tersebut tersebar di dua titik lokasi, yakni di Dusun Bivak sebanyak 31 unit di atas lahan seluas 7.800 meter persegi, serta di kawasan Alue Kemiki sebanyak 17 unit di atas lahan seluas 7.011 meter persegi.
Menurut Fadli, Pemkab Bireuen berharap proses land clearing dapat berjalan lancar sehingga laporan kesiapan lahan segera disampaikan ke pemerintah pusat untuk mempercepat realisasi pembangunan fisik.
“Kami berharap setelah pembersihan selesai, Kementerian PKP segera merealisasikan pembangunan rumah. Harapannya, dalam beberapa bulan ke depan masyarakat terdampak banjir bandang sudah bisa menempati hunian baru yang lebih aman dan layak,” katanya.
Seperti diketahui, banjir bandang yang melanda kawasan Krueng Simpo sebelumnya menyebabkan sejumlah warga kehilangan tempat tinggal. Pembangunan Huntap ini pun menjadi harapan besar bagi para korban untuk memulai kembali kehidupan mereka dengan lebih baik dan aman dari ancaman bencana serupa.








