Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Dusun Kota, Desa Keude Matang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Rabu (20/5/2026) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Dua unit rumah semi permanen dan satu toko grosir terdampak dalam peristiwa tersebut.
Api pertama kali muncul dari sebuah rumah konstruksi kayu yang digunakan sebagai dapur tempat memasak daging bebek milik Tgk Hamli (41), pedagang asal Desa Cot Aneuk Bate, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.
Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bangunan kayu tersebut hingga rata dengan tanah. Api kemudian merembet ke satu unit rumah kontrakan di sisi timur dan menyambar bagian kanopi serta atap toko grosir permanen di sisi barat lokasi kejadian.
Menurut keterangan saksi mata sekaligus pekerja di rumah tersebut, Sabri (31), saat kejadian dirinya sedang tertidur di dalam bangunan dapur.
“Saya sedang tidur, lalu terbangun karena mendengar warga berteriak kebakaran. Saat saya lihat, api sudah membesar di ruang tamu. Saya langsung keluar menyelamatkan diri,” ujar Sabri.
Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, mengingat saat kejadian belum ada aktivitas memasak di dapur tersebut.
Akibat kebakaran itu, satu unit rumah kontrakan berkonstruksi kayu yang ditempati Hermansyah (42) bersama istrinya Ummul Humaira (35) dan tiga anak mereka ikut mengalami kerusakan pada bagian dinding dan atap samping akibat jilatan api.
Selain itu, toko permanen “Aneka Grosir Pecah Belah” milik Suryadi (42), warga Gampong Meunasah Nibong, Kecamatan Peusangan, juga mengalami kerusakan pada bagian kanopi dan atap akibat panas tinggi dari kobaran api.
Mendapat laporan kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen langsung mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran ke lokasi, terdiri dari tiga unit dari Pos Induk Kota Bireuen dan satu unit dari Pos Pembantu Kecamatan Juli.
Petugas damkar dibantu warga, personel TNI dan Polri berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke bangunan lain di kawasan padat penduduk tersebut. Setelah beberapa waktu, api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan di lokasi kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.








