Banjir Rusak Puluhan Komputer, SMKN 1 Peusangan Harap Dukungan Alat Praktik Baru

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com — SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, mulai melakukan pembenahan menyeluruh pasca-banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025 lalu. Selain memperbaiki infrastruktur, sekolah juga berharap adanya dukungan pemerintah untuk pengadaan alat praktik baru yang rusak akibat bencana.

Muat Lebih

Saat ini, pihak sekolah tengah melakukan revitalisasi lingkungan, termasuk peninggian lantai bangunan setinggi 20 hingga 30 sentimeter guna mencegah air kembali masuk ke ruang kelas saat curah hujan tinggi.

Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai upaya mitigasi jangka panjang, mengingat lokasi sekolah sebelumnya kerap tergenang akibat sistem drainase yang tidak berfungsi optimal.

“Revitalisasi terus berjalan. Lantai kita tinggikan agar air tidak lagi masuk ke dalam kelas saat hujan deras. Kondisi sebelumnya memang cukup parah karena drainase tidak maksimal,” ujar Faisal, Kamis (7/5/2026).

Tak hanya infrastruktur, banjir juga berdampak besar terhadap fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar. Sejumlah peralatan praktik siswa mengalami kerusakan serius setelah terendam air dan lumpur.

Di ruang Tata Busana, mesin jahit yang sempat terendam telah diperbaiki agar bisa digunakan kembali, meski performanya belum sepenuhnya normal.

“Mesinnya sudah bisa dipakai, tapi belum maksimal. Sekarang suaranya lebih bising dari biasanya,” ungkapnya.

Kerusakan paling parah terjadi pada perangkat komputer. Jika komputer di ruang Tata Usaha masih dapat diselamatkan, puluhan unit di laboratorium praktik dilaporkan rusak total dan tidak dapat diperbaiki.

“Komputer di laboratorium rusak total karena terlalu lama terendam banjir,” jelas Faisal.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, pihak sekolah tetap memastikan proses ujian siswa berjalan lancar. Untuk ujian terbaru, sekolah menyiasati kekurangan perangkat dengan memanfaatkan ponsel pintar milik siswa melalui aplikasi khusus.

“Alhamdulillah ujian tetap bisa dilaksanakan dengan memanfaatkan handphone siswa,” tambahnya.

Menjelang tahun ajaran baru, terutama untuk kebutuhan Tes Kemampuan Akademik (TKA), pihak sekolah telah mengajukan permohonan bantuan pengadaan alat praktik kepada Dinas Pendidikan Aceh.

Faisal berharap pemerintah segera merespons kondisi tersebut agar proses pembelajaran dapat kembali optimal dan kualitas pendidikan siswa tetap terjaga.

“Kami sangat berharap ada perhatian dan dukungan cepat dari pemerintah, karena alat praktik sangat dibutuhkan dan sebagian besar sudah tidak bisa digunakan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *