BIREUEN, ACEH, BEDAHNEWS.com – Puluhan kepala dan guru satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Bireuen mengikuti kegiatan Advokasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka selama tiga hari, dari tanggal 6 hingga 8 Juni 2024.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan Ketenagaan (PTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen di Aula Wisma Bireuen Jaya, Kamis (6/6/2024) pagi.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kebijakan Kurikulum Merdeka, memberi penguatan pelaksanaan optimalisasi dukungan Implementasi Kurikulum Merdeka, menyamakan persepsi Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan menyusun Rencana Tindak Lanjut pendampingan.
Kepala Disdikbud Bireuen, Muslim, M.Si., dalam arahannya mengharapkan kepada kepala dan guru satuan PAUD agar mampu mengidentifikasi bakat setiap peserta didiknya. Hal ini agar dapat memberikan pengarahan dan mengembangkannya sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki.
Menurut Muslim, jika minat dan bakat anak-anak terasah dengan baik, maka akan terjadi pertumbuhan fisik maupun mental yang seirama dan seimbang. Bakat dan minat yang terarah juga sangat penting bagi anak untuk menyongsong masa transisi ketika masuk sekolah jenjang SD sederajat.
Kepala Disdikbud Bireuen ini pun berpesan agar kepala dan guru PAUD tidak memaksakan dan mengarahkan anak-anak ke arah yang bukan minat dan hobi mereka.
Kegiatan Advokasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka ini diikuti oleh 90 peserta yang terdiri dari kepala dan guru dari 45 satuan Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Bireuen.
Sebagai narasumber dalam kegiatan ini hadir dua orang dari BPMP Provinsi Aceh, yakni Putra Jaya, M.Pd dan Saiful Indra, M.Pd., Kons.
Laporan : Zubir








