Para Ibu PKK dalam 17 Kecamatan di Bireuen Ikut Pelatihan Membuat Sabun Cair Multiguna

  • Whatsapp

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Ibu-ibu PKK 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen mengkuti pelatihan cara membuat sabun cair multiguna di kompleks Pendopo Bupati Bireuen, Selasa (10/10/2023) pagi. Mereka dilatih oleh sebuah lembaga berbasis komunitas di sana.

Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, Nova Dian Lestari, yang diwakili Ketua IV TP-PKK Bireuen, Fauza Ismail, mengatakan, kegiatan pelatihan keterampilan atau life skills itu sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari. Karena, sabun merupakan barang yang selalu dibutuhkan dalam rumah tangga.

Muat Lebih

Dalam laporannya,Fauza Ismail, mengatakan tujuan pelatihan itu dalam rangka meningkatkan peran serta ibu PKK kecamatan, Sabun cair bisa di gunakan untuk keluarga dan ilmu yang di dapatkan bisa kita bagikan untuk masyarakat.

Ketua IV TP-PKK Bireuen, Fauza Ismail, dalam laporannya mengaku, sejumlah 90 orang mengikuti kegiatan perlombaan membuat sabun cair.

Setiap kecamatan mengirimkan lima orang utusan untuk mengikuti lomba membuat sabun cair.

Tim PKK Bireuen mengundang instruktur Murizal Harianto dari Soap’s Clever Community (SCC) atau Lembaga Pelatihan dan Poduksi Sabun Berbasis Komunitas asal Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, sebagai pelatih pada pelatihan yang mengusung tema “Ayo Bekali Keluarga dengan Keterampilan, Wujudkan Kemandirian dan Kewirausahaan”.

Murizal mengatakan bahan dasar pembuatan sabun di manapun, sama saja. Yaitu texapom, garam (NaCL) dan soda pembersih, serta bahan pendukung yaitu pewarna dan parfum.

“Semua bahan baku sabun cuci itu sama. Hanya merek saja berbeda. Untuk itu cara pembuatannya pun mudah,” ujar Murizal yang selama ini dikenal sebagai aktivis pemberdayaan ibu PKK kecamatan.

Dia melanjutkan, pada prinsipnya sabun cair bisa digunakan untuk semua keperluan seperti mencuci pakaian, mencuci peralatan rumah tangga, mencuci kendaraan atau pula untuk mengepel lantai. “Yang jangan dipakai untuk mandi,” kata Murizal, disambut gelak tawa sekitar 90 peserta kegiatan.

Murizal berharap pelatihan ini dapat menjadi ilmu bagi peserta untuk dapat membuat sabun cair yang ramah lingkungan. Lebih lanjut Murizal berharap keterampilan sabun cair ini dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan khususnya untuk menguatkan kelembagaan PKK dan juga masyarakat pada umumnya.

Pada kesempatan ini Murizal mendemokan pembuatan sabun cair sebanyak 20 liter. Sabun cair ini dapat bertahan hingga lima tahun, sehingga tidak perlu khawatir masa kadaluarsanya.

Laporan : Zubir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *