Terkait Wabah PMK Untuk Sementara Pemkab Atam Melarang Tranksaksi Jual Beli Lembu

  • Whatsapp

ACEH TAMIANG, BEDAHNEWS.com – Menanggapi keluhan masyarakat tentang banyaknya lembu peliharaan mati yang disebabkan oleh wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) akhir-akhir ini.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melarang adanya transaksi jual beli lembu untuk sementara waktu. Larangan tersebut dikeluarkan Pemerintah Aceh Tamiang dalam surat edaran nomor: 520/2133/2022 yang ditandatangani oleh Bupati Aceh Tamiang, Mursil.

Muat Lebih

Edaran tersebut dikeluarkan, bertujuan agar wabah penyakit yang menyerang ternak masyarakat itu tidak semakin parah dan meluas.

Selain melarang jual beli secara langsung di desa-desa, Pemerintah Aceh Tamiang juga akan menutup sementara aktivitas pasar hewan yang berada di Kampung (Desa) le Bintah Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang.

Amatan Bedahnews.com, Selasa (10/5/2022),  Dalam isi edaran bupati tersebut, pada poin satu disebutkan mulai sejak Kamis, 12 Mei 2022 pemerintah daerah Kabupaten Aceh Tamiang secara resmi melakukan penutupan Pasar Hewan yang berada di Kampung le Bintah Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang. “Sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan”.

Dalam poin ke dua dalam isi edaran tersebut, Bupati meminta kepada para Camat dalam Kabupaten Aceh Tamiang menyurati seluruh Kepala Desa (Datok Penghulu) untuk melarang melakukan jual beli ternak sapi baik di dalam Kabupaten Aceh Tamiang, maupun keluar daerah dan begitu juga melarang warga Kabupaten Aceh Tamiang membeli sapi dari luar daerah untuk dibawa pulang ke wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.  “Kepada para Peternak untuk dapat menjaga ternak sapinya agar tidak berkeliaran (dikandangkan),” tulis poin ketiga.

Selanjutnya, pada poin empat, Bupati meminta kepada OPD yang menangani bidang peternakan harus melakukan pembinaan, pengobatan dan vaksinasi terhadap ternak-ternak masyarakat yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).  Kelima, kepada OPD yang menangani bidang peternakan harus mengawasi keluar masuknya ternak dalam Kabupaten Aceh Tamiang.  “Dan kepada agen-agen pengumpul (pedagang ternak) tidak boleh melakukan kegiatan aktifitas jual beli ternak baik ternak yang ada di dalam Kabupaten Aceh Tamiang atau ternak dari luar Kabupaten Aceh Tamiang,” sebut poin ke enam. (Dewa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *