Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Sebanyak 12 kabupaten/kota di Aceh mengikuti pra pora III Provinsi Aceh cabang olahraga drumband untuk merebut tuju tiket menuju Pora tahun 2022 mendatang. Acara pra pora berebut juara dalam cabang Lomba Ketahanan dan Ketepatan Berbaris (LKKB) campuran putra-putri lintasan 2.000 meter di hari kedua pra pora ke III di Bireuen.
Ketua panitia pelaksana Pra PORA III Bireuen, Drs M Nasir, M.Pd mengatakan, kegiatan LKKB seharusnya di jalan raya, tetapi karena dalam situasi pandemi Covid-19 sehingga gelar dilokasi tertutup dan berputar di lapangan Paya Kareung tanpa adanya penonton.
M. Nasir menjelaskan, 12 kabupaten/kota yang mengikuti pra pora ini masing-masing Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, Simeulue, Aceh Tenggara, Kota Langsa, Lhokseumawe dan Banda Aceh. Satu team drumband pesertanya berjumlah 30 orang terdiri dari 22 atlet dan official 8 orang dengan jumlah keseluruhanya peserta dari 12 kabupaten/kota sebanyak 360 orang.
Untuk menempuh jarak 2.000 meter setiap peserta harus berkeliling lima putaran.
“Karena kondisi di arena tertutup, untuk cabang LKKB 4.000 meter kita batalkan di pra pora dan tetap dipertandingkan di PORA tahun 2022 di Pidie,” kata M Nasir kepada media.
Namun, dalam pelaksanaannya tetap sesuai ketentuan. Misalnya agar peserta tidak bingung di mana titik atau waktu finishnya, panitia menyediakan tanda per babak atau lap yang telah dilalui setiap tim drum band.
Nasir menambahkan, untuk metode pertandingan LKKB di lapangan dalam masa pandemi Covid-19 di Bireuen ini menjadi contoh dan percobaan, tidak tertutup kemungkinan juga dilakukan dalam Pora 2022 di Pidie.
Sedangkan untuk LKKB 4.000 meter mengingat harus bertanding keliling lapangan dan banyaknya putaran harus dilalukan, maka cabang tersebut tidak digelar dalam pra pora Bireuen. Namun tetap digelar dalam Pora 2022 di Pidie nanti.
“Harapan kami pertandingan pra pora hari kedua ini para peserta dapat melalui lomba dengan lancar,” kata M Nasir yang juga ketua PDBI dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Bireuen.
Baru pertama terjadi di ajang Kualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra Pora) Drum Band, bahkan tingkat nasional, lokasi Lomba Ketahanan dan Ketepatan Berbaris (LKKB), arena sebenarnya di jalan raya, tetapi di Bireuen keliling di dalam lapangan Paya Kareung.
“Iya benar dan pertama sekali yang melakukan pertandingan LKKB lokasi di dalam lapangan yaitu Aceh di Pra Pora III Drum Band di Bireuen,” kata Kabid Binpres Pengprov PDBI Aceh, Erwin, S, Sabtu, 28 Agustus 2021.
Erwin menjelaskan, lomba LKKB kebiasaanya digelar dijalan umum ada cabang campuran 2.000 meter dan 4.000 meter putra-putri.
“Tetapi Pra Pora masa pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.
Begitupun dalam pelaksanaan tetap mengikuti ketentuan dan agar peserta tidak bingung dimana titik atau waktu finishnya, panitia menyediakan tanda per-babak atau lap yang telah dilalui setiap tim drum band.
Erwin menambahkan untuk metode pertandingan LKKB dilapangan dalam masa pandemi Covid-19 di Bireuen ini menjadi contoh dan percobaan, tidak tertutup kemungkinan juga di Pora 2022 nantinya.








