PT. Sisirau Diduga Lakukan PHK Sepihak Karyawannya

  • Whatsapp
banner 468x60

Wartawan: Eko Wardawi Putra

ACEH TAMIANG, BEDAHNEWS.com – Poncorio, warga Alur Sret Aceh Tamiang seorang buruh Syarat Kerja Umum (SKU) pemanen kelapa sawit yang telah mengabdi selama 4 tahun di PT. Sisirau Aceh Tamiang mengaku diperlakukan tidak adil oleh perusahaan tempat dia bekerja.

Muat Lebih

Peristiwa ini berawal dari 2 bulan yang lalu, saat itu Poncorio sedang melaksanakan tugas seperti biasanya yaitu memanen kelapa sawit. Ketika waktu menunjukan pukul 12:30 wib, Poncorio melihat kernet kerjanya yang bertugas mengangkat buah merasa kelaparan, maka dia mempersilahkan kernet tersebut untuk makan siang terlebih dahulu.

Poncorio mengaku pengawas lapangan (centeng) memerintahkan Poncorio segera mengeluarkan buah sawit ke lokasi yang bukan tempat tumpukan buah (TPH) yang dipanennya. Padahal menurut Poncorio yang berhak memerintahkan pekerjaan tersebut hanya asisten dan mandor, bukannya centeng.

Maka terjadilah perdebatan diantara keduanya terkait penggelapan buah, keesokan harinya poncorio dipanggil oleh pihak PT. Sisirau dan diberi waktu selama 5 menit untuk mengambil keputusan diantara 2 pilihan. Pilihan pertama dipenjara selama 5 tahun dan pilihan kedua Poncorio harus menandatangani surat pengunduran diri dengan alasan ada pekerjaan lain. Merasa dibawah tekanan, Poncorio akhirnya menandatangi surat pengunduran diri tersebut.

Terkait hal tersebut, Humas PT. Sisirau Deni mengatakan, buruh yang bernama Poncorio tertangkap tangan oleh pengawas (centeng) melakukan penggelapan buah sawit sebanyak 4 tandan pada pukul 12:30 wib.

“Anehnya kenapa tidak langsung diambil tindakan pada saat peristiwa itu terjadi, malah kejadian tersebut diproses oleh pihak PT. Sisirau keesokan harinya,” kata Poncorio.

Dengan kejadian ini, Poncorio mengharapkan pihak terkait dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Tamiang untuk memperhatikan nasibnya sebagai buruh di PT. Sisirau.

Terkait hal ini, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gapotsu Jonson Malau juga telah mempertanyakan persoalan tersebut ke bagian Humas PT. Sisirau, namun belum ada penyelesaian atau solusi terhadap Poncorio.

“Kita akan mendampingi Poncorio untuk melaporkan persoalan ini ke Dinas Tenaga Kerja Aceh Tamiang,” kata Jonson Malau.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *