Komisi VII DPR RI Pertanyakan Wacana Pemerintah Cabut Subsidi Gas Elpiji 3 Kg

  • Whatsapp
banner 468x60

Wartawan: Zubir

JAKARTA, BEDAHNEWS.com – Terkait wacana pemerintah menaikkan harga gas elpiji 3 kg, anggota Komisi VII (Komisi Migas) dari Fraksi PPP DRP RI Dapil Aceh II Anwar Idris mempertanyakan rencana pemerintah untuk menaikkan harga gas elpiji menjadi Rp. 37 ribu per tabung, sebab hal ini memberatkan masyarakat miskin, Jumat (17/01).

Muat Lebih

banner 300x250

Menurutnya selama ini gas elpiji 3 kg digunakan oleh keluarga tidak mampu, kurang mampu dan keluarga menengah, juga para pedagangan kecil. Sehingga bagi keluarga miskin kenaikan harga ini akan menambah beban belanja bulanan mereka.

“Jika alasan pemerintah menaikkan gas elpiji karena digunakan oleh keluarga mampu, maka sebelum menaikkan, pemerintah perlu memastikan bahwa keluarga tidak mampu dan kurang mampu harus bisa tetap bisa membeli gas elpiji 3 kg dengan harga sebelum naik,” jelasnya.

Anwar menambahkan, kenaikan gas elpiji 3 kg akan berdampak pada inflasi, karena akan membuat harga-harga lain akan naik, dan sistem barcode yang diusulkan pemerintah untuk distribusi gas elpiji 3 kg ke keluarga miskin diragukan efektivitasnya, karena selama ini penjualan elpiji 3 kg ditingkat masyarakat tidak bisa membedakan keluarga miskin dan keluarga mampu.

“Kementerian ESDM harus mencari formula yang tepat, tepat teknologi, tepat data dan tepat sasaran. Sehingga penyaluran bantuan tersebut tepat kepada masyarakat tidak mampu dan kurang mampu. Misalnya bekerjasama dengan Kemensos, BPJS, BPS, dan pemerintah daerah,” tegas politisi PPP Anwar Idris.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *