Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe memperkuat literasi keuangan keluarga melalui pelatihan Training of Trainer (ToT) bagi pengurus dan kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bireuen.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Fajar, Bireuen, Minggu (4/10/2026), tersebut juga menjadi sarana memperluas pemahaman masyarakat mengenai Rupiah, termasuk cara memperlakukan dan mengenali keaslian uang Rupiah.
Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, Sadriah Mukhlis, mengatakan literasi keuangan menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Menurutnya, perempuan, khususnya ibu, memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan sekaligus membentuk kebiasaan finansial anak sejak dini.
“Sebagai seorang ibu, kita memiliki peran penting dalam mengatur keuangan keluarga, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menghindari perilaku boros. Literasi keuangan juga harus dibarengi dengan rasa cinta dan nasionalisme terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,” ujar Sadriah saat membuka kegiatan.
Ia mendorong agar pengelolaan keuangan yang sehat ditanamkan melalui kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga, mulai dari menabung, mengatur uang saku, menentukan skala prioritas hingga memperlakukan uang Rupiah dengan baik.
Sadriah berharap peserta ToT tidak berhenti pada pemahaman pribadi, tetapi mampu menjadi agen edukasi yang meneruskan pengetahuan tersebut kepada kader PKK dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Yan Ramerta Putra, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Pemkab Bireuen dan TP-PKK.
Menurutnya, jaringan PKK yang menjangkau masyarakat hingga tingkat komunitas menjadi salah satu kekuatan strategis dalam memperluas edukasi mengenai kebanksentralan dan literasi keuangan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari kebanksentralan, gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, hingga cara mengenali keaslian uang Rupiah menggunakan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai tata cara penukaran uang rusak serta prosedur klarifikasi apabila menemukan uang yang diragukan keasliannya.
Selain penyampaian materi, kegiatan diisi dengan sharing session bersama Duta CBP Rupiah, diskusi interaktif, serta Challenge Inovasi Edukasi Komunitas. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang tantangan inovasi tersebut.
Kolaborasi Pemkab Bireuen dan BI Lhokseumawe ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi edukasi keuangan di tengah masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya keluarga yang semakin cakap dalam mengelola keuangan dan inklusif secara finansial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran BI Lhokseumawe serta Ketua I TP-PKK Kabupaten Bireuen, Hj. Hiryani Razuardi.












