Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Upaya memperkuat kembali pelayanan kesehatan masyarakat pascabencana terus dilakukan di Kabupaten Bireuen. Dompet Dhuafa Aceh melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) menggelar Launching dan Penguatan Revitalisasi Posyandu di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Bireuen, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi MT, dan menjadi bagian dari program pelayanan serta pemberdayaan kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Kepala Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfian Ramadhan, mengatakan program revitalisasi Posyandu di Bireuen difokuskan pada penguatan sarana pendukung sekaligus peningkatan kapasitas kader dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dompet Dhuafa menyerahkan 20 paket anthropometric kit untuk sejumlah desa yang membutuhkan. Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak di Posyandu.
“Selain aksi tanggap darurat saat bencana, program pelayanan dan pemberdayaan kesehatan pascabencana kami lakukan di lima kabupaten terdampak,” ujar Arfian kepada Bedahnews.com.
Menurutnya, rangkaian program tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di Pidie Jaya. Setelah Bireuen, kegiatan dijadwalkan berlanjut ke Aceh Tamiang pada Kamis (24/9/2026), kemudian Aceh Utara dan Aceh Tengah.
Arfian berharap dukungan terhadap Posyandu dapat terus dikembangkan, terutama dalam pemenuhan peralatan kesehatan yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan kami ke depannya akan ada penambahan terkait alat-alat kesehatan, khususnya di Posyandu,” tambahnya.
Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana
Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Razuardi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh atas kepeduliannya dalam membantu memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Menurut Bupati, revitalisasi Posyandu menjadi langkah penting untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat kembali berjalan optimal setelah bencana. Selain itu, penguatan Posyandu diharapkan dapat membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih kuat dan adaptif dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
“Upaya ini bukan sekadar melengkapi sarana dan prasarana, melainkan juga memperkuat kapasitas kader dan tenaga kesehatan, serta meningkatkan kualitas pengukuran dan pencatatan kesehatan,” kata Razuardi saat membacakan sambutan Bupati.
Ia menilai ketersediaan anthropometric kit yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengukuran pertumbuhan anak secara akurat. Dengan data yang lebih baik, kader Posyandu dan tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi kepada orang tua secara lebih tepat sasaran.
Revitalisasi Posyandu juga diharapkan tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan bayi dan balita, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang menjangkau berbagai kelompok usia, mulai dari ibu, remaja hingga lansia.
Melalui dukungan sarana, peningkatan kapasitas kader, serta keterlibatan masyarakat, program tersebut diharapkan dapat memperkuat kembali ekosistem pelayanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana di masa mendatang.











