Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com — Jembatan baru Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, dipastikan mulai beroperasi pada Minggu (20/9/2026). Pengoperasian jembatan permanen di jalur nasional Medan–Banda Aceh ini sekaligus mengakhiri penggunaan jembatan darurat atau Bailey yang selama ini menjadi jalur alternatif setelah jembatan lama rusak diterjang banjir akhir November 2025.
Sehari sebelum dibuka untuk lalu lintas umum, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD), bersama Kepala Satker BPJN Wilayah II Aceh, Rizki Anugrah, meninjau kesiapan akhir jembatan tersebut, Sabtu (19/9/2026).
Dalam peninjauan itu, HRD mengecek sejumlah bagian penting jembatan, mulai dari hasil pengaspalan pada segmen tengah, pemasangan marka jalan, lampu penerangan, hingga fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan.
“Jembatan ini sudah lama dinantikan masyarakat. Sebelumnya, masyarakat harus menghadapi antrean panjang setelah jembatan lama putus akibat banjir. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga dan merawat jembatan ini demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujar HRD di lokasi.
HRD mengapresiasi percepatan pembangunan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Wilayah II Aceh. Hingga sehari sebelum dioperasikan, progres pembangunan jembatan duplikasi tersebut telah mencapai sekitar 99 persen.
Ia berharap beroperasinya jembatan baru dapat kembali memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang di jalur lintas nasional tersebut.
“Dengan rampungnya jembatan baru Kutablang Bireuen, kita berharap angkutan barang dan orang kembali normal, ekonomi masyarakat juga terus membaik, serta harga barang kembali stabil,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satker BPJN Wilayah II Aceh, Rizki Anugrah, mengatakan pekerjaan struktural utama jembatan telah rampung, termasuk pengaspalan menggunakan lapisan AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course).
Pada H-1 pengoperasian, kata Rizki, petugas masih melakukan pembersihan sisa material serta menyelesaikan sejumlah fasilitas pelengkap.
“Besok jembatan baru ini akan langsung dibuka untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Dengan beroperasinya jembatan baru, sistem buka-tutup kendaraan yang selama ini diterapkan di jembatan darurat atau Bailey otomatis berakhir,” jelas Rizki.
Seiring dibukanya jembatan permanen, jembatan Bailey tidak lagi digunakan dan akan dibongkar secara bertahap.
Setelah pembongkaran jembatan darurat selesai, BPJN akan melanjutkan penanganan terhadap jembatan lama yang rusak akibat diterjang banjir. Jika proses perbaikan jembatan lama juga rampung, kawasan Krueng Tingkeum nantinya akan memiliki dua jembatan berdampingan atau jembatan kembar.
Keberadaan dua jembatan tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas dan kelancaran arus transportasi pada jalur lintas Sumatra yang menghubungkan wilayah Aceh dengan Sumatra Utara.
Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang merupakan satu dari tujuh jembatan yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh pada akhir November 2025 dan diprioritaskan pemulihannya oleh Kementerian PU.
Jembatan Krueng Tingkeum menjadi jembatan pertama dari tujuh jembatan prioritas tersebut yang rampung dan siap dioperasikan. Selanjutnya, Jembatan Teupin Mane di lintas Bireuen–Takengon Km 10 ditargetkan selesai pada Oktober 2026.











