Festival Permainan Tradisional di Balee Panah, UNIKI Hadirkan Ruang Pemulihan Anak Pascabencana

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) menggelar Festival Permainan Tradisional Kabupaten Bireuen Tahun 2026 di halaman Kantor Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu (15/8/2026).

Muat Lebih

Mengusung tema “Bermain untuk Pulih, Berbudaya untuk Bangkit”, kegiatan tersebut menjadi ruang bermain edukatif sekaligus sarana pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak bencana banjir meteorologi di Aceh.

Ketua Pelaksana, Ismatur Rahmi, mengatakan festival tersebut dirancang untuk menghadirkan kembali keceriaan anak-anak sekaligus mengenalkan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya daerah.

“Festival ini bertujuan sebagai sarana pemulihan trauma psikososial melalui permainan tradisional. Kami ingin menghadirkan ruang bermain yang menyenangkan sekaligus mengenalkan kembali budaya lokal agar tidak punah ditelan zaman,” ujar Ismatur.

Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, Kementerian Kebudayaan, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.

Wakil Rektor III UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, M.M., yang hadir sekaligus membuka kegiatan, mengapresiasi kepedulian sosial mahasiswa Hukum UNIKI terhadap anak-anak dan masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya, permainan tradisional tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mengandung nilai interaksi sosial, kebersamaan, kerja sama, dan sportivitas.

“Permainan tradisional kini mulai langka. Inisiatif mahasiswa Hukum UNIKI ini sangat penting untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut di tengah masyarakat,” tutur Kamaruddin.

Apresiasi juga disampaikan Keuchik Balee Panah, Tgk. Muntazar, S.E., M.M. Ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian civitas akademika UNIKI yang telah menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak di desanya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan interaktif bertajuk “Membangkitkan Semangat Pasca Bencana” yang disampaikan Bidang Kemahasiswaan UNIKI, Rahmat Hidayat, S.P., M.Pd.

Melalui kuis dan permainan tebak-tebakan, anak-anak diajak membangun kembali semangat dan keceriaan sebelum mengikuti berbagai permainan tradisional.

Antusiasme semakin terlihat saat tujuh cabang permainan tradisional dilombakan, di antaranya Terompah Payang, Galah Kandang, Silop Bruk, Layangan, Tarek SitukSituk, serta Sye (Klep).

Anak-anak bersama warga Desa Balee Panah mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan penuh antusias. Selain menjadi sarana rekreasi dan pemulihan psikososial pascabencana, festival ini juga menjadi upaya mahasiswa UNIKI untuk menjaga keberlanjutan permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat di tengah perkembangan teknologi modern.

Melalui kegiatan tersebut, UNIKI berharap semangat anak-anak pascabencana dapat kembali tumbuh, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *