Usaha Bakery Dapur Binros di Bireuen Pulih Pascabanjir, Produksi Capai 200 Kue per Minggu

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Usaha bakery rumahan Dapur Binros di Kabupaten Bireuen kembali bangkit setelah sempat lumpuh akibat diterjang banjir bandang pada 26 November 2025.

Muat Lebih

Usaha milik Rosita (42), yang berlokasi di Dusun Ie Meuse, Desa Blang Panjoe, Kecamatan Kutablang, Bireuen, tersebut kini kembali berproduksi normal setelah mendapatkan pendampingan dari Universitas Almuslim melalui program Pengabdian Kemitraan Masyarakat.

Pemulihan dilakukan secara bertahap. Jika pascabanjir kapasitas produksi Dapur Binros hanya tersisa sekitar 5 persen atau kurang dari 20 unit kue per minggu, kini produksinya telah kembali mencapai 100 persen, dengan volume sekitar 200 unit kue per minggu.

Sebelum banjir, Dapur Binros mampu memproduksi sekitar 150 hingga 200 unit kue setiap pekan dengan delapan varian produk. Namun, banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut membuat aktivitas produksi dan pemasaran usaha ikut terdampak.

“Sebelum bencana, Dapur Binros mampu memproduksi sekitar 150 hingga 200 unit kue per minggu dengan delapan varian produk. Namun pascabanjir, produksi anjlok drastis menjadi kurang dari 20 unit per minggu. Pemasaran pun terhenti dan sebagian pelanggan hilang akibat tidak tersedianya dokumentasi usaha serta sistem pemasaran digital,” ujar Ketua Tim Pengabdian Universitas Almuslim, Syarifah Maihani, dalam rilis persnya, Minggu (9/8/2026).

Usaha Bakery Jadi Penopang Ekonomi Keluarga

Dapur Binros merupakan usaha yang telah dirintis Rosita sejak 2017. Usaha tersebut juga telah mengantongi sertifikat halal dan menjadi salah satu sumber utama pendapatan keluarganya.

Menurut Syarifah, kontribusi Dapur Binros mencapai sekitar 70 persen terhadap total pendapatan keluarga Rosita. Karena itu, pemulihan usaha menjadi sangat penting setelah terdampak bencana banjir.

Untuk membantu pemulihan tersebut, tim pengabdian Universitas Almuslim yang terdiri dari Syarifah Maihani, Imam Muslem R dan Dewi Fitria Marlisa, dengan dibantu Mifzal, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Almuslim, memberikan pendampingan intensif selama delapan bulan.

Program tersebut menerapkan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi dan asesmen kebutuhan usaha, pelatihan produksi dan digitalisasi pemasaran, penerapan teknologi pendukung, pendampingan dan evaluasi berkala, serta penguatan keberlanjutan usaha.

Peralatan Produksi Diperbaiki

Dalam proses pemulihan usaha bakery Dapur Binros, tim pengabdian Universitas Almuslim juga melakukan rehabilitasi terhadap sejumlah peralatan produksi yang terdampak banjir.

Peralatan yang diperbaiki antara lain mixer adonan, oven gas tiga loyang, showcase pendingin, serta sejumlah perlengkapan memasak lainnya.

Perbaikan peralatan tersebut dilakukan untuk memastikan proses produksi dapat kembali berjalan secara optimal dan kualitas produk tetap terjaga.

Selain pemulihan sarana produksi, pendampingan juga menyasar aspek pemasaran. Dapur Binros diberikan penguatan dalam dokumentasi produk dan pemanfaatan pemasaran digital agar mampu kembali menjangkau konsumen sekaligus mempertahankan pelanggan lama.

Produksi Kembali Normal

Hasil pendampingan mulai menunjukkan dampak positif. Aktivitas produksi Dapur Binros kini kembali berjalan penuh dengan kapasitas mencapai 100 persen.

Volume produksi juga telah kembali berada pada kisaran 200 unit kue per minggu. Sementara itu, tingkat produk gagal yang sebelumnya tidak terkendali berhasil ditekan hingga sekitar 5 persen.

Kebangkitan Dapur Binros menjadi gambaran bahwa UMKM yang terdampak banjir di Bireuen dapat kembali pulih apabila mendapatkan pendampingan yang tepat, baik dalam pemulihan peralatan produksi maupun penguatan pemasaran.

Bagi Rosita, bangkitnya Dapur Binros tidak hanya berarti kembali memproduksi kue, tetapi juga menghidupkan kembali sumber pendapatan utama keluarga yang sempat terhenti akibat bencana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *