Jurnalis: Zubir
ACEH BESAR, BEDAHNEWS.com – Sebanyak 19 dosen lintas Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Aceh yang tergabung dalam Dewan Pengurus Cabang (DPC) Aliansi Dosen Akademik dan Vokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI) LLDIKTI Wilayah XIII Aceh sukses melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Bina Desa di kawasan wisata Ujung Pancu, Gampong Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.
Melalui program yang berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 tersebut, para dosen membangun mushalla, tempat wudhu, toilet umum, sekaligus memberikan pendampingan pengelolaan ekowisata Ujung Pancu guna meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Mengusung tema “Pengembangan Ekowisata di Kawasan Ujung Pancu dalam Rangka Peningkatan Perekonomian Masyarakat Gampong Lampageu”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi insan akademik dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi wisata dan nilai-nilai Syariat Islam.
Dua dosen dari Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), yakni Chairul Bariah, S.E., M.M. dan Dr. M. Taufiq, M.Pd., turut bergabung bersama dosen dari berbagai kampus swasta lainnya di Aceh.
Ujung Pancu Dinilai Punya Potensi Wisata Besar
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Agustiar, S.T., M.T., mengatakan kawasan Ujung Pancu memiliki daya tarik wisata alam yang sangat menjanjikan. Hamparan pantai, tebing karang, serta lokasinya yang dekat dengan Kota Banda Aceh menjadi modal besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan.
Namun, menurutnya, potensi tersebut masih membutuhkan penataan kawasan dan pengelolaan yang profesional agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ujung Pancu sangat strategis karena dekat dengan Kota Banda Aceh. Melalui program ini kami memulai penataan kawasan, membangun fasilitas ibadah dan sanitasi, serta mendampingi masyarakat agar mampu mengelola destinasi wisata secara mandiri,” ujar Dr. Agustiar, Rabu (5/8/2026).
Swadaya 19 Dosen Lintas Kampus
Seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari iuran swadaya 19 dosen ADAKSI Aceh tanpa menggunakan dana hibah pemerintah.
Para dosen berasal dari sejumlah perguruan tinggi swasta, di antaranya Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Iskandar Muda, Universitas Almuslim, Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Politeknik Aceh, serta Universitas Jabal Ghafur.
Semangat kolaborasi juga diperlihatkan masyarakat Gampong Lampageu yang bergotong royong membantu pembangunan dengan menyumbangkan tenaga, bahan bangunan, logistik, hingga konsumsi selama kegiatan berlangsung.
Bangun Mushalla, Tempat Wudhu dan Toilet Wisata
Sebagai bentuk penerapan ekowisata berbasis Syariat Islam, tim pengabdian membangun mushalla berbahan kayu, tempat wudhu, serta toilet umum yang dapat dimanfaatkan wisatawan maupun masyarakat sekitar.
Fasilitas tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua DPC ADAKSI LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, Dr. Masyudi, S.Kep., M.Kes., kepada Keuchik Gampong Lampageu.
Menurut Dr. Masyudi, pengembangan sektor wisata di Aceh tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat nilai-nilai keislaman.
“Pariwisata di Aceh harus mencerminkan kebersihan, ketertiban, dan ketaatan beribadah. Kehadiran mushalla dan fasilitas bersuci di Ujung Pancu menjadi bukti bahwa pengembangan wisata dapat berjalan selaras dengan penerapan Syariat Islam,” katanya.
Dorong UMKM dan Promosi Wisata Ujung Pancu
Selain membangun infrastruktur pendukung wisata, tim PKM juga mendorong tumbuhnya sektor ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM, seperti kuliner khas pesisir, jasa pemandu wisata, penyewaan perlengkapan rekreasi dan olahraga air, hingga pemasaran kerajinan tangan serta produk olahan hasil laut.
Ke depan, ADAKSI Aceh berkomitmen melanjutkan program pendampingan melalui pelatihan peningkatan kapasitas pengelola wisata, penguatan kelembagaan desa, serta promosi digital agar Ujung Pancu Aceh Besar semakin dikenal sebagai destinasi ekowisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.










