Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pembangunan jembatan baru atau duplikasi Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, terus menunjukkan progres positif. Hingga Senin (27/7/2026), kemajuan pekerjaan telah mencapai 73,10 persen, dengan pemasangan Steel Box Girder (SGB) sepanjang 57 meter untuk bentang tengah jembatan ditargetkan mencapai pilar dua pada sore hari.
Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah I, Fachruddin, mengatakan saat ini tim di lapangan sedang melakukan penambahan beban untuk memperlancar proses pendorongan SGB menuju tiang tengah jembatan.
“Progres pembangunan jembatan baru saat ini sudah mencapai 73,10 persen. Para pekerja sedang menambah beban untuk melanjutkan pendorongan SGB ke pilar dua dan ditargetkan selesai hingga sore nanti,” ujar Fachruddin kepada BEDAHNEWS.com.
Ia menjelaskan, setelah bentang tengah berhasil mencapai pilar dua, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan SGB pada sisi utara jembatan.
Sementara itu, untuk bentang sisi timur yang mengarah ke Medan, proses pendorongan SGB sepanjang 50 meter juga segera dimulai. Saat ini, perakitan rangkaian struktur jembatan masih berlangsung menggunakan alat bantu khusus yang dikirim dari Pekanbaru dan diperkirakan tiba di lokasi proyek dalam dua hari ke depan.
Selain fokus pada pembangunan struktur utama jembatan, BPJN Aceh juga mempercepat pekerjaan pelebaran jalan oprit dari kedua arah, baik dari Banda Aceh maupun Medan, guna mendukung kelancaran akses saat jembatan mulai difungsikan.
Khusus pada sisi Banda Aceh, lima unit bangunan toko yang telah dibebaskan sebelumnya kini telah dibongkar untuk memberi ruang bagi pelebaran badan jalan.
Menurut Fachruddin, pelebaran akses tersebut menjadi bagian penting dari proyek agar arus kendaraan menuju jembatan lebih aman, lancar, dan nyaman.
“Dengan adanya pelebaran badan jalan, pengendara nantinya dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman saat memasuki area jembatan karena akses jalannya menjadi lebih luas,” pungkasnya.
Jembatan baru Krueng Tingkeum dibangun sebagai pengganti sekaligus pendamping jembatan lama yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir, sehingga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan kelancaran arus transportasi di jalur nasional Banda Aceh–Medan.








