Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan pembangunan kembali Jembatan Matang Bangka di Kecamatan Jeunieb tetap menjadi salah satu proyek prioritas pada Tahun Anggaran 2026. Saat ini, proses persiapan memasuki tahap akhir dengan penyelesaian dokumen lelang sebelum tender dimulai.
Meski Kabupaten Bireuen sempat dihadapkan pada bencana banjir dan tanah longsor yang berdampak pada penyesuaian anggaran daerah, proyek pembangunan jembatan yang sebelumnya ambruk akibat abrasi dan terjangan banjir tersebut dipastikan tetap dilaksanakan.
Pembangunan Jembatan Matang Bangka menjadi perhatian langsung Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T. Sejak awal menjabat, Mukhlis telah meninjau langsung kondisi jembatan yang rusak dan menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menyiapkan pembangunan jembatan permanen guna memulihkan akses masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bireuen, Ir. Fadhli Amir, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., mengatakan, pihaknya kini tengah merampungkan seluruh dokumen administrasi agar proses tender dapat segera dilaksanakan.
“Persiapan di lapangan juga sudah berjalan sekitar dua bulan terakhir. Kami telah memerintahkan pembongkaran jembatan bailey karena lokasi tersebut akan segera digunakan untuk pembangunan jembatan permanen dengan konstruksi rangka baja,” ujar Fadhli, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, pembangunan jembatan permanen tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam Tahun Anggaran 2026 sehingga masyarakat kembali memperoleh akses transportasi yang aman dan representatif.
Fadhli mengakui, pembongkaran jembatan darurat menyebabkan akses warga Matang Bangka dan sekitarnya untuk sementara waktu terputus. Masyarakat kini harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh untuk menyeberangi sungai.
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pemkab berharap warga dapat bersabar selama proses pembangunan berlangsung karena jembatan permanen yang dibangun nantinya akan memberikan akses yang lebih aman, kuat, dan mampu mendukung mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.








