Warga Serbu Pasar Murah di Bireuen, Paket Sembako Subsidi Dijual Rp156 Ribu dengan Syarat Fotokopi KTP

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Ratusan warga memadati operasi pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen di halaman Kantor Camat Jangka, Senin, 18 Mei 2026. Program yang didanai melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) itu digelar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Muat Lebih

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop dan UKM) Bireuen, Julfikar SP MP, mengatakan operasi pasar murah tersebut akan berlangsung selama sepekan, mulai 18 hingga 25 Mei 2026 di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga bahan pokok yang cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan.

“Selain menekan inflasi, kegiatan ini juga bertujuan menstabilkan harga kebutuhan pokok yang biasanya mengalami kenaikan menjelang Idul Adha,” ujar Julfikar kepada BEDAHNEWS.com di sela-sela kegiatan pasar murah.

Ia menjelaskan, selain program yang dilaksanakan Pemkab Bireuen, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh juga akan menggelar pasar murah di tiga kecamatan lain menggunakan anggaran APBA.

“Kami berharap masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga kondisi harga di pasaran tetap stabil,” katanya.

Untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran dan menghindari aksi pembelian berulang, pemerintah memberlakukan syarat khusus bagi warga yang ingin berbelanja, yakni wajib membawa satu lembar fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“KTP diperlukan untuk pendataan agar diketahui warga yang sudah memperoleh bantuan dan mencegah adanya pembelian ganda,” tegas Julfikar.

Menariknya, pelaksanaan pasar murah kali ini juga mendapat pengawasan langsung dari Inspektorat Kabupaten Bireuen. Pengawasan dilakukan sejak awal kegiatan guna memastikan proses distribusi barang berjalan sesuai aturan dan perencanaan.

“Dengan adanya pendampingan dari inspektorat, kami merasa lebih tenang dalam bekerja karena seluruh proses diawasi agar sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.

Dalam operasi pasar murah tersebut, pemerintah menyediakan empat komoditas pokok bersubsidi yang dapat dibeli secara eceran maupun dalam bentuk paket seharga Rp156 ribu.

Adapun rincian harga komoditas yang dijual yakni beras premium 5 kilogram Rp53 ribu, minyak goreng kemasan 2 kilogram Rp38 ribu, gula pasir 2 kilogram Rp28 ribu, serta telur ayam satu papan Rp37 ribu. Seluruh komoditas tersebut dapat dibeli sekaligus dalam satu paket senilai Rp156 ribu.

Secara keseluruhan, pasar murah akan menyasar 11 kecamatan di Kabupaten Bireuen. Delapan lokasi dilaksanakan oleh Pemkab Bireuen, yakni Senin (18/5) di halaman Kantor Camat Jangka, Selasa (19/5) di Pasar Rakyat Samalanga, Rabu (20/5) di halaman Kantor Camat Peusangan Selatan, Kamis (21/5) di halaman Kantor Camat Juli, Jumat (22/5) di Lapangan Kecamatan Peudada, Sabtu (23/5) di halaman Kantor Camat Makmur, Minggu (24/5) di depan eks Kantor PUPR Gampong Geulanggang Teungoh Kecamatan Kota Juang, dan Senin (25/5) di halaman Kantor Camat Gandapura.

Sementara itu, pasar murah yang digelar Disperindag Aceh akan berlangsung pada Kamis (21/5) di halaman Gedung Serbaguna Jeunieb, Jumat (22/5) di halaman Pasar Ikan Kecamatan Kuala, serta Sabtu (23/5) di halaman Kantor Polsubsektor Kecamatan Jeumpa di Gampong Blang Bladeh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *