Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen menggelar aksi penanaman pohon kelapa di lahan wakaf milik Masjid Besar Baitul Muttaqin, Gampong Uteun Gathom, Kecamatan Peusangan Selatan, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi umat melalui program wakaf produktif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan kemakmuran masjid.
Penanaman secara simbolis dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Aceh, Azhari, didampingi Kepala Kantor Kemenag Bireuen, Zulkifli, bersama jajaran terkait.
Azhari menjelaskan, inisiatif tersebut merupakan implementasi dari program prioritas Menteri Agama yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi umat dan penguatan konsep ekoteologi.
“Dari delapan program prioritas Menteri Agama, salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi umat. Kami juga mendorong Kepala KUA untuk memastikan pemanfaatan tanah wakaf ini agar hasilnya benar-benar dirasakan untuk kemakmuran masjid,” ujar Azhari di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada hasil ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari kampanye ekoteologi, yakni memadukan nilai-nilai spiritual dengan pelestarian lingkungan.
Selain itu, Azhari turut menekankan pentingnya legalitas aset wakaf. Ia meminta para nazir dan tokoh masyarakat segera mengurus sertifikasi tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna mencegah potensi sengketa lahan di masa mendatang.
“Langkah ini sangat penting agar tidak terjadi persoalan hukum terkait kepemilikan tanah wakaf seperti yang kerap terjadi di sejumlah daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Bireuen, Zulkifli, menyebutkan bahwa kegiatan di Peusangan Selatan merupakan tahap kelima dari rangkaian program serupa yang telah berjalan di sejumlah wilayah.
Hingga saat ini, kata dia, pihaknya telah menanam 120 bibit pohon kelapa dan menargetkan total 1.000 pohon di seluruh lahan wakaf produktif di Kabupaten Bireuen.
“Target kami adalah menanam 1.000 pohon kelapa di lahan-lahan wakaf produktif. Bibit ini merupakan wakaf dari para ASN Kemenag Bireuen sebagai bentuk amal jariyah sekaligus stimulus ekonomi bagi masyarakat gampong,” jelas Zulkifli.
Camat Peusangan Selatan, Saifuddin, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, penghijauan dengan tanaman produktif sangat relevan bagi wilayahnya yang termasuk daerah rawan banjir dan tanah longsor.
Ia berharap program ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi solusi ekologis untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.
Imam Besar Masjid Baitul Muttaqin, Tgk Basri, juga menyampaikan apresiasi atas pemanfaatan lahan wakaf seluas 1,5 rante atau sekitar 600 meter persegi tersebut.
“Kami sangat berterima kasih. Lahan wakaf ini kini menjadi produktif, dan hasilnya nanti akan kami gunakan sepenuhnya untuk operasional serta pembangunan masjid,” pungkas Basri.








