Jurnalis: Zubir
BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar prosesi peusijuek (tepung tawar) bagi 360 calon jemaah haji asal Kabupaten Bireuen di Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Senin (27/4/2026). Tradisi ini menjadi bentuk doa dan harapan keselamatan bagi para jemaah sebelum bertolak menuju Tanah Suci.
Prosesi adat tersebut dipimpin langsung oleh Imum Syiek Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Tgk. Saifuddin Muhammad, didampingi Tgk. Muhammad Hafidz dan Tgk. H. Ismuar. Kegiatan berlangsung khidmat dan turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, serta keluarga para calon jemaah haji.
Bupati Bireuen, Mukhlis, ST, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan fisik menjelang pelaksanaan ibadah haji, mengingat rangkaian ibadah tersebut membutuhkan stamina dan kondisi kesehatan yang prima.
Menurutnya, para jemaah harus mulai menjaga pola makan, pola istirahat, serta kebugaran tubuh sejak masih berada di tanah air agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.
“Perjalanan haji adalah ibadah fisik yang berat. Saya berpesan kepada bapak dan ibu untuk mulai menjaga pola makan dan pola istirahat sejak sekarang. Jangan tunggu sampai tiba di Tanah Suci,” ujar Mukhlis di hadapan ratusan jemaah.
Selain kebugaran, Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap manajemen kesehatan mandiri, terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Ia meminta agar seluruh obat-obatan pribadi dipersiapkan dengan baik dan disimpan di tas kabin agar mudah dijangkau selama perjalanan.
“Saya juga mengimbau jemaah agar tidak terlalu memaksakan diri dalam kegiatan sosial atau walimah yang terlalu padat menjelang keberangkatan. Jangan sampai kondisi tubuh justru drop saat hari keberangkatan tiba,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen, Munawar, melaporkan bahwa seluruh calon jemaah haji tahun ini telah menyelesaikan seluruh rangkaian manasik, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Ia menjelaskan, total 360 calon jemaah haji asal Bireuen akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 5 BTJ Aceh sebanyak 148 orang dan Kloter 8 BTJ Aceh sebanyak 212 orang.
Tradisi peusijuek ditutup dengan tausiah singkat dari Kepala KUA Peusangan, Tgk. H. Ismuar, yang mengajak seluruh jemaah untuk meluruskan niat, menjaga kekhusyukan ibadah, serta berupaya menjadi haji yang mabrur dan membawa keberkahan saat kembali ke tanah air.








