ABDYA, BEDAHNEWS.com – Arus mudik Lebaran di Aceh Barat Daya diwarnai insiden memilukan. Seorang anak terluka akibat lemparan batu saat sekelompok bocah bermain di pinggir jalan. Menyikapi kejadian itu, Polres Aceh Barat Daya bergerak cepat menertibkan penggunaan senjata mainan yang dinilai berpotensi membahayakan.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 2 April 2025, sekitar pukul 18.00 WIB di Jalan Umum Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh. Insiden bermula saat rombongan kendaraan yang dikemudikan Ardianto melintas di lokasi. Anak dari Armaini, Geuchik Gampong Tengoh, Kecamatan Kuala Batee, tiba-tiba dilempari batu oleh sekelompok anak yang bermain di pinggir jalan. Lemparan tersebut mengenai mata kiri korban hingga mengeluarkan darah.
Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Teuku Peukan untuk mendapatkan perawatan intensif. Keluarga menyebut luka yang diderita cukup serius dan membutuhkan pengawasan medis lebih lanjut. Tidak terima atas insiden ini, keluarga korban melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Aceh Barat Daya.
Kasus ini kini dalam penyelidikan sebagai dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur. Ironisnya, insiden serupa sebelumnya juga terjadi di wilayah yang sama.
Menanggapi meningkatnya keresahan warga, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat Daya langsung menggelar operasi penertiban senjata mainan di sepanjang jalur mudik, terutama di Kecamatan Susoh. Penertiban ini dipimpin oleh Ipda Prawiro Djoko S., S.H., bersama Aipda Desmitya Putra dan personel Satlantas lainnya.
Kapolres Aceh Barat Daya AKBP Agus Sulistianto, melalui Kasatlantas AKP Tri Andi Dharma, menegaskan bahwa penertiban ini merupakan langkah tegas dalam merespons laporan masyarakat.
“Kami menindaklanjuti laporan ini secara serius. Ini bukan sekadar soal ketertiban, tapi juga menyangkut keselamatan jiwa,” ujar AKP Tri Andi. Jum’at (4/4/2025).
Polisi memastikan operasi ini akan terus berlanjut selama masa arus mudik dan balik Lebaran untuk menjaga keamanan pengguna jalan. Masyarakat kini mulai resah karena aktivitas anak-anak yang bermain senjata mainan di pinggir jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, tetapi juga berisiko membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Kasatlantas AKP Tri Andi Dharma mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka agar tidak bermain di jalan raya, apalagi menggunakan benda yang bisa mencederai orang lain. Ia juga menekankan perlunya keterlibatan sekolah, tokoh agama, dan perangkat desa dalam memberikan edukasi mengenai bahaya permainan berisiko tinggi ini.
“Momen mudik seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan kebahagiaan, bukan diwarnai insiden yang melukai anak-anak. Perlu sinergi antara masyarakat, aparat desa, dan kepolisian untuk memastikan keselamatan dan ketertiban di jalan raya,” tegasnya.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa pengawasan dan penertiban terhadap penggunaan senjata mainan serta aktivitas anak-anak di ruang publik harus menjadi perhatian bersama. Satlantas Polres Aceh Barat Daya memastikan langkah tegas ini akan terus berlanjut demi ketertiban dan keselamatan seluruh masyarakat.
Laporan : Fitria Maisir








