ACEH TIMUR, BEDAHNEWS.com – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Samudra melakukan pelatihan di Gampong Keude Birem, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur dengan meningkatkan kreatifitas Masyarakat melalui Ecoprint pada tas dan kain. Ecoprint merupakan seni yang memanfaatkan daun-daun tanaman sebagai objek pola dan pewarna kain. Dedaunan tersebut dapat diperoleh disekitar perkarangan Masyarakat, sehingga dedaunan tidak terbuang sia-sia.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 5-6 September 2024 yang di danai melalui Hibah Direktorat Riset Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun 2024. Ketua Tim Pengabdian Dr. Ahmad Ridha, SP, M.Si dengan anggota terdiri dari Nur Ismanidar, SE, M.Si dan Salman, SE, M.Si. Kegiatan pengabdian juga dibantu oleh beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Samudra. Pelatihan dilaksanakan di Aula Gampong Keude Birem dengan peserta pelatihan terdiri dari ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Keude Birem. Pelaksanaan kegiatan dibuka oleh Geuchik Gampong Keude Birem yang diwakili oleh Sekretaris Gampong Bapak Mukhlis, ST. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat menarik karena mengolah dedaunan yang dapat diperoleh di sekitar perkarangan warga menjadi kain yang bermotif unik dan dapat dijual dipasar. Selain dapat melestarikan lingkungan juga dapat menambah dan meningkatkan ekonomi Masyarakat.
Teknik pembuatan ecoprint dalam pelatihan ini, diperkenalkan dua model yaitu teknik steaming dan model pounding. Pembuatan Ecoprint dilaksanakan beberapa tahap. Mulai dari pemilihan dedaunan yang diperlukan, proses persiapan kain, penyusunan daun di atas kain yang telah disiapkan hingga tahap pengukusan. Teknik ecoprint ini merupakan teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, batang, atau bagian tumbuhan lain yang menghasilkan pigmen warna. Sementara untuk bahan pewarna yang digunakan bisa diambil dari mangrove, daun jati, delima, manggis, pakis dan sebagainya.
Pada sesi pelatihan ini, peserta tidak hanya diberikan materi tetapi juga langsung mempraktikkan cara pembuatannya. Sehingga peserta pelatihan bisa langsung ikut mempraktikkan maupun berkonsultasi mengenai keknik dan pola dedaunan dalam proses ecoprint. Alat dan bahan yang dibutuhkan cukup sederhana yaitu: selembar kain katun bewarna putih, daun-daun yang telah dipilih, logam untuk menggulung kain, tali dan plaster untuk mengikat gulungan kain, timba, dan alat pengkukus.
Pembuatan Ecoprint sendiri terkesan terlihat rumit. Terutama saat proses penyusunan daun di atas kain dimana hal itu menentukan pola hasil kain saat selesai. Namun para peserta pelatihan diakui sangat bahagia saat melihat hasil akhir yang didapatkan. Setiap daun yang ditempel mengeluarkan pola yang berbeda dan unik, sehingga satu sama lain tidak ada yang sama. Peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini karena dapat meningkatkan kreatifitas dalam mewarnai kain secara alami.
Ketua PKK Gampong Keude Birem, Ibu Boru Intan Sipayung mengucapkan terima kasih kepada Tim pengabdian Universitas Samudra dan DRTPM yang telah melaksanakan dan mendanai pelatihan ini. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan kepercayaan diri kepada peserta untuk mengimplementasikan teknik ecoprint sebagai salah satu peluang bisnis.








