BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Satu unit rumah permanen berlantai satu di Jalan Bireuen-teungoh,Dusun Blang Cut, Gampong Juli Mee, Kecamatan Juli, kabupaten Bireuen, hangus terbakar, Senin (3/4/2023) sekitar pukul 21.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun satu sepeda motor turut terbakar dimakan jago merah milik Zulfikar (45) seorang sopir.
Menyangkut kronologis rumah terbakar, Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH melalui Kapolsek Juli, Ipda Ryasa Rabbanie Tinumbang STNK mengatakan, berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi dan juga anak dari pemilik rumah, pada saat M Khalik (selaku saksi) sedang duduk dan bermain di depan rumah.
Tidak lama kemudian, saksi melihat seperti ada kobaran api di kamar bagian belakang rumah korban.
Saksi merasa curiga, kemudian saksi datang melihat untuk memastikan kobaran api tersebut dari samping rumah korban.
Saat melihat tersebut, saksi terkejut melihat kobaran api yang sudah membesar dan langsung menjerit meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Puluhan warga yang melihat kejadian tersebut, segera membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Selain memadamkan api, warga juga menghubungi pihak unit pembantu Damkar Pos Juli.
Namun api terus membesar, sehingga masyarakat sekitar tidak sempat memindahkan barang barang berharga, termasuk satu unit sepmor Honda Supra milik korban.
Diperkirakan, sekira pukul 21.43 WIB, tiga unit Damkar Bireuen dan 2 unit Damkar Pos Juli tiba dilokasi dan langsung melakukan pemadaman.
Api berhasil dipadamkan pukul 22.20 WIB, namun kondisi rumah lantai 2 dan bagian kamar belakang telah hangus terbakar, hanya tersisa bagian beton rumah, Selain itu, satu unit sepmor Honda Supra ikut terbakar.
Dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa, korban atau pemilik rumah mengalami kerugian materil sekitar Rp 200.000.000.
Kasus kebakaran tersebut dalam penanganan unit Reskrim Polsek Juli, Bireuen untuk penyelidikan lebih lanjut.
Atas kejadian itu,sebutnya pihaknya mengimbau warga daerah itu untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dengan mengecek kembali arus listrik dan api kompor saat meninggalkan rumah.
“Biasanya kebakaran yang terjadi tersebut, lebih banyak disebabkan arus pendek, serta kelalaian manusia, seperti meninggalkan kompor dalam keadaan hidup, dan meninggalkan rumah dalam kondisi peralatan elektronik,” katanya.
Laporan : Zubir
Editor : Bung Dewa








