BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa Indonesia perlu belajar pada Muhammadiyah, karena organisasi Islam itu lebih tua.
Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut, visi Pemerintah Indonesia dengan Muhammadiyah itu sama. Kalau pemerintah visinya maju, Muhammadiyah berkemajuan.
Itu disampaikan Muhajir pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke -39 Muhammadiyah dan Aisyiyah Aceh dengan tema: “Memperkuat Syariat Memajukan Umat dan Perempuan Berkemajuan Dalam Menegakkan Syariat”.
Acara itu berlangsung di Hj Fauziah Convention Hall, Bireuen, Jumat 3 Maret 2023. Muswil itu direncanakan akan berlangsung 4-5 Maret 2023 di Bireuen.
Sebagai pembantu Presiden kata Muhadjir Effendy, ada satu visi Presiden Jokowi yang mengatakan kepada dia bahwa, memajukan Indonesia itu dimulai dari awal, yaitu calon-calon ibu.
“Yang menentukan baik atau tidaknya Indonesia adalah ibu, maka perlu menyiapkan ibu-ibu yang berkualitas” ujarnya.
Menurut Muhajir, ini harus juga disiapkan ibu-ibu Aisyiyah di Bireuen. Dan yang penting Muhammadiyah membawakan Rahmatal lillalamin.
“Muhammadiyah menilai suatu keadaan yang berdiri di hal yang benar. Moderatisme pada dasarnya bagian integral paling mendasar dari Islam. Jadi kemunculannya bukan karena terorisme atau radikalisme,” katanya.
Dia juga berharap, Muhammadiyah dapat menebar kebaikan dalam masyarakat.
Di sisi lain dia juga menyinggung soal stanting. Untuk wilayah Bireuen sebutnya, stanting relatif sudah menurun.
Muhadjir menyebut sederet implementasi moderatisme dalam Muhammadiyah, mulai dari moderatisme ekonomi yang mencegah kemiskinan hingga moderatisme pendidikan dengan puluhan ribu lembaga pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah.
Laporan : Zubir
Editor : Bung Dewa








