Diduga Sarat Kepentingan Politik Masyarakat Halaban Kecewa Dengan Hasil Tes Pilkades

  • Whatsapp

LANGKAT, BEDAHNEWS.com – Seleksi pemilihan Kepala desa (Kades) serentak di Kabupaten terus berlangsung, hingga ketahap seleksi kelulusan Bacalon menjadi calon Kades yang wajib dipilih di Pilkades tahun 2022 oleh masing-masing desa yang melaksanakan Pilkades.

Namun sayangnya, bagi para Bacalon Kades yang memiliki lebih 5 orang Bacalon Kades, harus mengelus dada dan tidak terima dari kekalahan atas seleksi panitia di tingkat Kabupaten Langkat, dikarenakan kelulusan para Bacalon Kades tersebut, diduga syarat dengan kepentingan politik, baik dari penguasa, maupun oknum anggota dewan dari partai politik yang diduga melakukan interpensi atau titipan nama Balon Kades kepihak panitia Kades di tingkat Kabupaten.

Muat Lebih

Hal itu diketahui dari beberapa sumber Bacalon Kades yang kalah akibat didugaan adanya permainan politik atau interpensi penguasa dan oknum anggota DPRD Langkat, sehingga diduga terjadinya kecurangan.

Hal itu diketahui dari beberapa sumber Bacalon Kades yang kalah akibat didugaan adanya permainan politik atau interpensi penguasa dan oknum anggota DPRD Langkat, sehingga diduga terjadinya kecurangan.

Mencuat adanya dugaan kecurangan seleksi tersebut, terkuat ketika tiga bacalon mengatakan pada Bedahnews.com pada Rabu (11/5/2022) bahwasanya Ujian tes tertulis kemampuan dasar (TKD) yang dilaksanakan panitia di tingkat Kabupaten Langkat selama 2 hari (2 gelombang) tertanggal 21-22 april 2022 kemarin, dan tes wawancara selama 2 hari (2 gelombang) tertanggal 25-26 April 2022, diduga hanya sebatas seremonial saja.

“Saya kurang percaya, hasil nilai tes tulis dan nilai wawancara yang dilaksanakan panitia di tingkat Kabupaten Langkat, syarat akan kepentingan penguasa dan politik. Nilai ujian tes tertulis (TKD) dan wawancara itu diduga tidak benar,” ungkap Salah seorang pendukung  Bacalon Kades di Desa Halaban Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang kalah dalam seleksi di tingkat Kabupaten Langkat.

Hal senada juga dikataka warga pendukung dari Mulyono yang juga anggota BPD Desa Halaban yang diharapkan maju menjadi Kades, Menurutnya dalam proses tahapan pilkades dari hasil tes ujian kemampuan tertulis dan ujian wawancara diduga syarat dengan hasil diluar nalar.

“Ada balon Kades seorang sarjana hasil tes ujian lisan maupun tulisan kalah dengan seorang yang tamatan SMP maupun seorang balon dengan ijazah paket C”, tambanya.

Bahkan ketiga Balon Kades ini berani menantang jika dilaksanakan ujian kembali secara terbuka dan transparan.

Jurnalis : Mulyono

Editor : Dewa

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *